Palestina Serahkan Bukti Kejahatan Israel pada ICC
Sabtu, 31 Oktober 2015 - 19:45 WIB
Palestina Serahkan Bukti Kejahatan Israel pada ICC
A
A
A
THE HAGUE - Para pemimpin Palestina menyerahkan bukti-bukti kejahatan Israel saat dan selama pecahnya aksi kekerasan yang baru-baru ini terjadi kepada jaksa Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).
Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Malki mengatakan, Palestina telah menyerahkan sejumlah bukti yang digambarkan sebagai pembunuhan ekstra yudisial terhadap warga Palestina, serta penghancuran rumah dan bentuk lain dari hukuman kolektif kepada Jaksa Fatou Bensouda. Ia berharap, ICC secepatnya menyelesaikan pemeriksaan untuk mencegah kematian lebih lanjut.
"Saya pikir sangat penting bagi Israel untuk mendapatkan pesan yang sangat jelas dan kuat. Itu sebabnya kami mendorong untuk mempercepat pemeriksaan pendahuluan," katanya seperti dikutip dari laman New York Times, Sabtu (31/10/2015).
Sementara itu, Jaksa Bensouda telah melakukan penyelidikan awal atas kejahatan yang terjadi di Palestina sejak bulan Januari lalu. Penyelidikan awal ICC bertujuan untuk menentukan apakah ada alasan untuk membuka penyelidikan dalam skala penuh. Meski begitu, belum diketahui kapan rampungnya penyelidikan awal tersebut.
Menanggapi hal ini, Duta Besar Israel untuk Belanda, Haim Divon mengatakan, para pemimpin Palestina sedang berusaha untuk menyalahgunakan ICC sebagai panggung untuk mempromosikan agenda politiknya.
"Israel mengharapkan usaha untuk memanipulasi ICC ini ditolak, baik untuk kepentingan reputasi ICC dan harapan untuk memajukan koeksistensi antara Israel dan Palestina," katanya.
Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Malki mengatakan, Palestina telah menyerahkan sejumlah bukti yang digambarkan sebagai pembunuhan ekstra yudisial terhadap warga Palestina, serta penghancuran rumah dan bentuk lain dari hukuman kolektif kepada Jaksa Fatou Bensouda. Ia berharap, ICC secepatnya menyelesaikan pemeriksaan untuk mencegah kematian lebih lanjut.
"Saya pikir sangat penting bagi Israel untuk mendapatkan pesan yang sangat jelas dan kuat. Itu sebabnya kami mendorong untuk mempercepat pemeriksaan pendahuluan," katanya seperti dikutip dari laman New York Times, Sabtu (31/10/2015).
Sementara itu, Jaksa Bensouda telah melakukan penyelidikan awal atas kejahatan yang terjadi di Palestina sejak bulan Januari lalu. Penyelidikan awal ICC bertujuan untuk menentukan apakah ada alasan untuk membuka penyelidikan dalam skala penuh. Meski begitu, belum diketahui kapan rampungnya penyelidikan awal tersebut.
Menanggapi hal ini, Duta Besar Israel untuk Belanda, Haim Divon mengatakan, para pemimpin Palestina sedang berusaha untuk menyalahgunakan ICC sebagai panggung untuk mempromosikan agenda politiknya.
"Israel mengharapkan usaha untuk memanipulasi ICC ini ditolak, baik untuk kepentingan reputasi ICC dan harapan untuk memajukan koeksistensi antara Israel dan Palestina," katanya.
(ian)