Tegang, Iran Tuduh Saudi Culik Pejabat Teheran

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 09:29 WIB
Tegang, Iran Tuduh Saudi...
Tegang, Iran Tuduh Saudi Culik Pejabat Teheran
A A A
TEHERAN - Iran dan Arab Saudi kembali bersitegang setelah Iran menuduh Saudi menculik seorang pejabatnya dalam tragedi di Mina sebulan lalu. Iran menyatakan Saudi menjadikan pejabat Teheran itu sebagai sandera perang.

Ketegangan kedua negara itu semakin memanas ketika sama-sama menghadiri perundingan damai Suriah di Wina. Seperti diketahui, Saudi menghendaki Presiden Suriah Bashar Al-Assad lengser sebagai solusi untuk mengakhiri konflik di negara itu. Sedangkan Iran mendukung Assad sebagai sekutu utamanya.

Iran menyatakan pejabatnya yang diculik di Saudi adalah Ghazanfar Roknabadi, bekas Duta Besar Iran untuk Libanon. Pejabat itu hilang ketika terjadi insiden di Mina, Arab Saudi, 24 September 2015. Pejabat itu merupakan tokoh penting dalam keterlibatan Iran di perpolitikan Libanon dan perang Suriah.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, seperti dikutip New York Times, mengatakan, Roknabadi yang bertugas di Libanon hingga 2014, terakhir masih dilihat oleh saksi mata asal Iran sesaat usai tragedi di Mina.

”Kami serius mengejar kasus Roknabadi, mantan duta besar kami untuk Beirut. Saksi memastikan melihat Roknabadi hidup sampai dia dipindahkan ke ambulan Saudi,” kata Amirabdollahian, yang dilansir Jumat (30/10/2015). Ahli forensik Iran menyatakan bahwa mereka belum menemukan kecocokan antara Roknabadi dengan sisa-sisa korban tragedi di Mina yang disajikan para pejabat Saudi.

Ada 399 warga Iran yang menjadi korban meninggal dalam tragedi di Mina. Selain itu, 65 warga Iran juga dilaporkan hilang termasuk Roknabadi.

Arab Saudi telah mengatakan bahwa 769 orang meninggal dalam tragedi di Mina. Sedangkan kantor berita The Associated Press, dalam hitungan independen melaporkan bahwa 2.177 orang meninggal dalam tragedi itu.

Para pejabat Iran kini curiga bahwa Roknabadi dan warga Iran lainnya telah diculik sebagai bagian dari ketidakpercayaan kedua negara.

”Mengingat statusnya tidak diketahui, para pejabat dari negara kita mempertimbangkan kemungkinan bahwa orang-orang ini telah diculik atau telah terjadi rencana terhadap mereka. Jadi Pemerintah Saudi dan pejabatnya harus bertanggung jawab dalam hal ini,” kata Alaeddin Boroujerdi, Kepala Komisi Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, kepada Mehr News Agency.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
51 menit yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
1 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
2 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
3 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
4 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved