Denmark Minta RI Ajarkan Cara Sandingkan Islam dengan Demokrasi
Kamis, 22 Oktober 2015 - 21:01 WIB
Denmark Minta RI Ajarkan Cara Sandingkan Islam dengan Demokrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen mengaku sangat takjub dengan Indonesia. Rasa takjub itu muncul ketika dirinya menggelar dialog lintas agama dengan sejumlah pemuka dan tokoh agama Indonesia.
Dalam dialog itu, Jensen mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana Indonesia bisa menyandingkan Islam dan demokrasi. Sesuatu yang dianggap sulit untuk disatukan oleh banyak kalangan.
Guru besar Univestitas Islam Nasional Komarudin Hidayat menuturkan, kenapa Islam dan demokrasi bisa berjalan berdampingan, itu karena kelompok-kelompok itu turut aktif di dalam politik. Bukan hanya itu, umat Islam di Indonesia juga turut terlibat dalam pembangunan negara.
Menurut Jensen, negara dengan komunitas Muslim besar lainnya harus belajar dari Indonesia bagaimana menjadi negara yang demokratis. Dirinya berharap Indonesia mau mengajari negara lain soal bagaimana menyeleraskan Islam dan demokrasi.
"Apa yang telah kalian lakukan di sini sudah sangat baik. Tapi yang kami harapkan saat ini adalah, kalian bisa mengajari negara lain bagaimana menjadi negara Islam, sekaligus juga negara demokrasi di saat yang sama," ucap Jensen.
"Saya sangat senang mendengar penjelasan kalian, bahwa Muslim menjadi bagian dari pembangunan negara yang inklusif, dan turut membentuk Indonesia yang modern," sambungnya pada Kamis (20/10).
Dalam dialog itu, Jensen mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana Indonesia bisa menyandingkan Islam dan demokrasi. Sesuatu yang dianggap sulit untuk disatukan oleh banyak kalangan.
Guru besar Univestitas Islam Nasional Komarudin Hidayat menuturkan, kenapa Islam dan demokrasi bisa berjalan berdampingan, itu karena kelompok-kelompok itu turut aktif di dalam politik. Bukan hanya itu, umat Islam di Indonesia juga turut terlibat dalam pembangunan negara.
Menurut Jensen, negara dengan komunitas Muslim besar lainnya harus belajar dari Indonesia bagaimana menjadi negara yang demokratis. Dirinya berharap Indonesia mau mengajari negara lain soal bagaimana menyeleraskan Islam dan demokrasi.
"Apa yang telah kalian lakukan di sini sudah sangat baik. Tapi yang kami harapkan saat ini adalah, kalian bisa mengajari negara lain bagaimana menjadi negara Islam, sekaligus juga negara demokrasi di saat yang sama," ucap Jensen.
"Saya sangat senang mendengar penjelasan kalian, bahwa Muslim menjadi bagian dari pembangunan negara yang inklusif, dan turut membentuk Indonesia yang modern," sambungnya pada Kamis (20/10).
(esn)