Rusia: Kami Tak Pernah Berpaling dari Barat

Rabu, 14 Oktober 2015 - 02:18 WIB
Rusia: Kami Tak Pernah...
Rusia: Kami Tak Pernah Berpaling dari Barat
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengaku tidak menutup diri dari mitra Barat dan tetap siap untuk bekerja sama pada isu-isu yang membutuhkan dialog. Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Selasa (13/10).

"Kami tidak menutup diri dari siapapun. Bahkan, seperti saat ini, ketika mitra kami mulai memahami kesia-siaan kebijakan sanksi mereka, upaya mereka untuk mengisolasi Rusia. Bahkan, ketika mitra kami mulai melihat kesia-siaan dari kebijakan mereka saat ini, kami tidak berpaling," kata Lavrov dalam wawancara dengan saluran televisi Rusia, NTV.

Menurut Lavov, jika mitra Moskow tidak siap untuk membahas kerjasama dengan Rusia pada tingkat departemen, Moskow siap untuk membahas isu-isu yang menarik bagi para mitra.

Lavrov mencatat, upaya Barat untuk mengisolasi Rusia telah gagal. Hal ini ditunjukkan oleh kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke sidang Majelis Umum PBB di New York pada akhir September. Di sela-sela pertemuan puncak, banyak negara yang ingin berkomunikasi dengan Rusia. Tercatat ada lebih dari 10 pertemuan yang dilakukan Putin dalam beberapa jam.

Upaya Barat untuk mengisolasi Rusia dimulai sejak Maret 2014, ketika Barat menuduh Rusia melakukan invasi ke Ukraina dan berniat mencaplok Krimea, salah satu wilayah di Ukraina. Barat yang dimotori oleh Amerika Serikat menuding Rusia telah melanggar kedaulatan Ukraina.

Sebagai tindakan hukuman, dikenakan beberapa putaran sanksi terhadap Moskow. Namun, Rusia dengan tegas membantah tuduhan itu dan menggarisbawahi, bahwa sanksi yang diterapkan bersifat kontraproduktif dan merugikan kedua belah pihak.

Kini, Rusia dan sejumlah negara Barat yang dimotori AS, kembali berbeda pandangan soal konflik di Suriah. Tak hanya sebatas kata-kata, kedua belah pihak juga sudah sama-sama melancarkan serangan ke basis ISIS di Suriah. Kedua pihak juga acap melemparkan tuduhan dan kritik soal serangan yang dilancarkan ke basis ISIS.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
2 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
3 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
4 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
5 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
6 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved