Yerusalem dan Tepi Barat Memanas, Hamas Serukan Intifada
Jum'at, 09 Oktober 2015 - 23:03 WIB
Yerusalem dan Tepi Barat Memanas, Hamas Serukan Intifada
A
A
A
GAZA - Pemimpin kelompok Hamas di Gaza, Ismail Haniyeh menyerukan kepada warga Palestina untuk meningkatkan perjuangan mereka melawan Israel. Ia bahkan menggambarkan peningkatan aksi kekerasan di Yerusalem dan Tepi Barat yang diduduki oleh Israel adalah awal intifada ke 3.
"Ini adalah hari Jumat, ini adalah hari kemarahan. Ini adalah hari yang akan mewakili awal dari intifada baru di seluruh tanah Palestina," kata Haniyeh kepada pengikutnya setelah shalat Jumat seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (9/10/2015).
Haniyeh juga menyebut warga Palestina yang melakukan penusukan terhadap warga Israel sebagai pahlawan. "Kami memberikan jiwa dan darah untuk Yerusalem. Yerusalem dan Aqsa adalah bagian dari agama," katanya.
Ia juga meminta semua orang Palestina harus membela kompleks Majis Aqsa di Yerusalem. "Gaza berdiri di samping pertempuran di Yerusalem. Gaza sepenuhnya siap," kata Haniyeh seolah memberikan perhatian lebih terhadap ketegangan yang terjadi dengan Israel.
Aksi kekerasan dan eskalasi ketegangan di Yerusalem dan Tepi Barat terus terjadi dalam seminggu terakhir. Ketegangan dan aksi kekerasan ini diwarnai dengan sejumlah aksi penusukan terhadap warga Israel yang dilakukan oleh warga Palestina dimana para pelakunya ditembak mati oleh militer Israel.
"Ini adalah hari Jumat, ini adalah hari kemarahan. Ini adalah hari yang akan mewakili awal dari intifada baru di seluruh tanah Palestina," kata Haniyeh kepada pengikutnya setelah shalat Jumat seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (9/10/2015).
Haniyeh juga menyebut warga Palestina yang melakukan penusukan terhadap warga Israel sebagai pahlawan. "Kami memberikan jiwa dan darah untuk Yerusalem. Yerusalem dan Aqsa adalah bagian dari agama," katanya.
Ia juga meminta semua orang Palestina harus membela kompleks Majis Aqsa di Yerusalem. "Gaza berdiri di samping pertempuran di Yerusalem. Gaza sepenuhnya siap," kata Haniyeh seolah memberikan perhatian lebih terhadap ketegangan yang terjadi dengan Israel.
Aksi kekerasan dan eskalasi ketegangan di Yerusalem dan Tepi Barat terus terjadi dalam seminggu terakhir. Ketegangan dan aksi kekerasan ini diwarnai dengan sejumlah aksi penusukan terhadap warga Israel yang dilakukan oleh warga Palestina dimana para pelakunya ditembak mati oleh militer Israel.
(ian)