70 Persen Anggota Taliban Siap Berdamai
Kamis, 08 Oktober 2015 - 23:05 WIB
70 Persen Anggota Taliban Siap Berdamai
A
A
A
WASHINGTON - Komandan tertinggi Amerika Serikat (AS) di Afghanistan memperkirakan, lebih dari setengah gerilyawan Taliban mempunyai sikap terbuka untuk pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.
"Perkiraan yang saya dengar, baik dari perspektif Afghanistan dan mungkin dari komunitas intel, antara 60 dan 70 persen dari kelompok Taliban yang berpotensi untuk rekonsiliasi," kata John F Campbell kepada kepada Komite Angkatan Bersenjata seperti dikutip dari laman ABC News, Kamis (8/10/2015).
Namun, menurut Campbell, angka itu di luar dari jaringan Haqqani yang berafiliasi dengan Taliban dan sisa-sisa anggota jaringan kelompok teroris al-Qaeda di Afghanistan.
Campbell meminta agar pasukan AS yang tinggal di Afghanistan diperbanyak sebelum tahun 2016, saat Presiden Barack Obama menarik pulang sekitar 1.000 pasukan. Menurutnya, 1.300 dari 9.800 pasukan AS yang tinggal di Afghanistan untuk melatih, membantu, dan memberikan nasihat kepada pasukan keamanan nasional Afghanistan, hanya 500 yang beroperasi di luar Kabul, ibukota negara itu.
Dengan dipulangkannya 1.000 pasukan pada akhir tahun depan, kata Campbell, maka akan membatasi pelatihan dan operasi kontraterosime. "Jika 1.000 tentara kita pulang, maka tidak ada kekuatan kontraterorisme di sana," tukasnya.
"Perkiraan yang saya dengar, baik dari perspektif Afghanistan dan mungkin dari komunitas intel, antara 60 dan 70 persen dari kelompok Taliban yang berpotensi untuk rekonsiliasi," kata John F Campbell kepada kepada Komite Angkatan Bersenjata seperti dikutip dari laman ABC News, Kamis (8/10/2015).
Namun, menurut Campbell, angka itu di luar dari jaringan Haqqani yang berafiliasi dengan Taliban dan sisa-sisa anggota jaringan kelompok teroris al-Qaeda di Afghanistan.
Campbell meminta agar pasukan AS yang tinggal di Afghanistan diperbanyak sebelum tahun 2016, saat Presiden Barack Obama menarik pulang sekitar 1.000 pasukan. Menurutnya, 1.300 dari 9.800 pasukan AS yang tinggal di Afghanistan untuk melatih, membantu, dan memberikan nasihat kepada pasukan keamanan nasional Afghanistan, hanya 500 yang beroperasi di luar Kabul, ibukota negara itu.
Dengan dipulangkannya 1.000 pasukan pada akhir tahun depan, kata Campbell, maka akan membatasi pelatihan dan operasi kontraterosime. "Jika 1.000 tentara kita pulang, maka tidak ada kekuatan kontraterorisme di sana," tukasnya.
(ian)