Bocah 11 Tahun Anak Bos Mafia Italia Jadi Informan Termuda
Jum'at, 02 Oktober 2015 - 22:06 WIB
Bocah 11 Tahun Anak Bos Mafia Italia Jadi Informan Termuda
A
A
A
ROMA - Seorang bocah cilik berusia 11 tahun menjadi informan penting bagi polisi untuk membongkar jaringan mafia di Italia. Bocah itu adalah anak dari bos mafia ‘Ndrangheta, Gregoria Malvaso, 37.
Detektif telah rajin bertanya pada bocah kecil itu setelah dia memutuskan bekerjasama dengan pihak kepolisian.
Bocah yang jadi informan termuda itu, berpotensi sebagai “tambang emas” informasi bagi penyelidik. Anak itu sudah dibujuk oleh ibunya untuk meninggalkan tradisi kriminal keluarganya, setelah ayahnya, Malvaso yang dituduh menjadi kepala geng di San Ferdinando ditangkap di rumah keluarga mereka Oktober tahun lalu.
”Saya di sini karena anak-anak saya, saya tidak ingin mereka tumbuh dengan cita-cita dan nilai-nilai yang salah dari ayah mereka,” kata ibu bocah itu kepada jaksa Italia, yang transkrip keterangannya dilihatkoran Italia, La Repubblica.
Ibu dan anak kecil itu sekarang tinggal di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Mereka menggunakan nama palsu dan berada di bawah lindungan polisi.
Bocah laki-laki yang namanya dirahasiakan polisi itu, sudah memberikan informasi kepada detektif tentang rutinitas harian ayahnya ketika menjalankan “kerajaan kriminal”.
”Saya telah melihat narkoba dan senjata, terutama senjata,” kata bocah kepada penyelidik, yang dilansir Jumat (2/10/2015). ”Narkoba disimpan di garasi, tidak pernah (di rumah).”
Bocah itu juga memberikan informasi kepada jaksa terkait rincian organisasi mafia yang dia ketahui. Dia juga menyerahkan ponsel yang digunakan oleh Malvaso.
Bantuannya bocah cilik itu bisa menjadi pukulan keras untuk mafia 'Ndrangheta, yang selama ini dikenal sebagi geng kartel narkoba terbesar dan tertutup di Eropa.
Detektif telah rajin bertanya pada bocah kecil itu setelah dia memutuskan bekerjasama dengan pihak kepolisian.
Bocah yang jadi informan termuda itu, berpotensi sebagai “tambang emas” informasi bagi penyelidik. Anak itu sudah dibujuk oleh ibunya untuk meninggalkan tradisi kriminal keluarganya, setelah ayahnya, Malvaso yang dituduh menjadi kepala geng di San Ferdinando ditangkap di rumah keluarga mereka Oktober tahun lalu.
”Saya di sini karena anak-anak saya, saya tidak ingin mereka tumbuh dengan cita-cita dan nilai-nilai yang salah dari ayah mereka,” kata ibu bocah itu kepada jaksa Italia, yang transkrip keterangannya dilihatkoran Italia, La Repubblica.
Ibu dan anak kecil itu sekarang tinggal di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Mereka menggunakan nama palsu dan berada di bawah lindungan polisi.
Bocah laki-laki yang namanya dirahasiakan polisi itu, sudah memberikan informasi kepada detektif tentang rutinitas harian ayahnya ketika menjalankan “kerajaan kriminal”.
”Saya telah melihat narkoba dan senjata, terutama senjata,” kata bocah kepada penyelidik, yang dilansir Jumat (2/10/2015). ”Narkoba disimpan di garasi, tidak pernah (di rumah).”
Bocah itu juga memberikan informasi kepada jaksa terkait rincian organisasi mafia yang dia ketahui. Dia juga menyerahkan ponsel yang digunakan oleh Malvaso.
Bantuannya bocah cilik itu bisa menjadi pukulan keras untuk mafia 'Ndrangheta, yang selama ini dikenal sebagi geng kartel narkoba terbesar dan tertutup di Eropa.
(mas)