Fenomena Blood Moon, NASA Sangkal Kiamat Hari Ini

Senin, 28 September 2015 - 12:46 WIB
Fenomena Blood Moon,...
Fenomena Blood Moon, NASA Sangkal Kiamat Hari Ini
A A A
UTAH - Miliaran warga di berbagai penjuru dunia pada hari ini (28/9/2015) akan menyaksikan fenomena gerhana bulan langka yang dikenal dengan sebutan “blood moon”. Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menyangkal fenomena “blood moon” akan menjadi kiamat dunia seperti yang dicemaskan komunitas Mormon di Utah selama ini.

Gerhana bulan langka ini pernah terlihat pada tahun 1982. Fenomena ini akan terjadi lagi pada 2033 mendatang. (Baca: Ramalan Kiamat 28 September Buat Umat Mormon AS Ketakutan)

Menurut Space.com, bulan akan memasuki “bayangan umbra” Bumi pada pukul 01.07 GMT pada tanggal 28 September 2015. Setelah itu, 64 menit kemudian, bulan sepenuhnya dalam bayangan atau dikenal sebagai gerhana bulan total selama 1 jam lebih 12 menit.

Fenomena itu akan terlihat di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, sebagian Afrika, Asia bagian barat dan Pasifik timur. ”Hampir 1 miliar orang di belahan bumi Barat, hampir 1,5 miliar di sebagian besar Eropa dan Afrika dan mungkin 500 juta di Asia Barat akan dapat menonton ‘Harvest Full Moon’ menjadi bayangan,” tulis space.com.

Beberapa bulan atau pekan sebelum terjadi fenomena “blood moon” warga di Utah, AS, terutama komunitas Mormon cemas bahwa fenomena langka itu akan diiringi dengan kiamat. Mereka jauh hari sudah membangun bunker bawah tanah dan menyiapkan bekal makanan.

Salah satu yang mereka cemaskan adalah jatuhnya meteorit besar yang menghantam Bumi, sehingga terjadi kiamat. Kecemasan itu juga dipicu ramalan beberapa pendeta di Utah tentang kiamat hari ini yang sempat ramai diperbincangkan para pengguna internet.

”NASA tidak mengenal asteroid atau komet berada pada jalur yang bertabrakan dengan Bumi, sehingga probabilitas tabrakan berskala besar sangat kecil,” bunyi pernyataan NASA, seperti dikutip Daily Mirror.

”Bahkan, sebagai (kabar) yang terbaik yang bisa kita katakan, tidak ada objek besar yang mungkin akan menyerang Bumi setiap saat dalam beberapa ratus tahun ke depan,” lanjut pernyataan NASA.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
47 menit yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
1 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
2 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
4 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
5 jam yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved