Kabut Asap, Menteri Singapura Jengkel pada Pejabat Top Indonesia

Jum'at, 25 September 2015 - 11:40 WIB
Kabut Asap, Menteri...
Kabut Asap, Menteri Singapura Jengkel pada Pejabat Top Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Singapura,K Shanmugam, meluapkan kejengkelannya pada pejabat top atau senior di pemerintahan Indonesia terkait komentarnya soal krisis kabut asap. Menteri Singapura itu mempertanyakan apakah pejabat senior Indonesia tidak punya malu.

Kejengkelan Menlu Shanmugam ditulis di halaman Facebook-nya pada hari Kamis. Sindonews.com, pada Jumat (25/9/2015) membuka halaman Facebook Menteri Singapura tersebut yang isinya kaget dengan pernyataan seorang pejabat top Indonesia yang tidak dia sebut namanya.

“Berjalan di sekitar Chong Pang pagi ini. Kabut berada di kisaran yang tidak sehat, dan ada sedikit lebih banyak orang keluar di jalan-jalan dari biasanya. Saya melihat banyak yang memakai masker. Saat saya berjalan di sekitar, ada dampak dari kabut pada orang-orang, itu jelas. Saya batuk, mata gatal, panas terik,” bunyi tulisan awal halaman Facebook menteri itu.

Dalam tulisan panjang tersebut, terdapat luapan kekesalannya pada pejabat senior Indonesia.”Pernyataan ini dibuat pejabat di tingkat senior dari Indonesia, dengan mengabaikan orang-orang kami, dan (orang-orang) mereka sendiri. Tingkat PSI (indeks kualitas udara) di wilayah Indonesia berada pada hampir di leveal 2.000,” lanjut tulisan tersebut.

”Bagaimana mungkin bagi orang-orang senior di dalam pemerintah mengeluarkan pernyataan seperti, tanpa memperhatikan orang-orang mereka, atau kita, dan tanpa malu, atau tanpa rasa tanggung jawab?,” tanya dia.

Meski tak menyebut siapa pejabat Indonesia itu, namun pada 17 September 2015, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, telah mengulangi pernyataan kontroversial yang pertama kali dia sampaikan pada bulan Maret silam. Kala itu, Wapres Kalla menyatakan, bahwatetangga Indonesia harus bersyukur untuk kualitas udara yang baik dalam 11 bulan ini, dan jangan mengeluh terkait kualitas udara daam satu bulan ini ketika ada kabut asap.

”Selama 11 bulan, mereka menikmati udara bagus dari Indonesia dan mereka tidak pernah mengucapkan terima kasih pada kami,” bunyi pernyataan Kalla pada bulan Maret silam. ”Mereka telah menderita karena kabut selama satu bulan dan mereka marah,” lanjut pernyataan Kalla, yang dilansir theonlinecitizen.

Pada 2013, Agung Laksono, yang menjadi menteri di kabinet pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengecam Singapura yang telah mengalami efek buruk dari kebakaran hutan di Indonesia. ”Singapura seharusnya tidak seperti anak-anak, dalam kegelisahan seperti itu,” katanya kala itu.
(mas)
Berita Terkait
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
120 Ton Bantuan Alkes...
120 Ton Bantuan Alkes dari Singapura Tiba Di Tanjung Priok
Bangun Kontribusi Unik...
Bangun Kontribusi Unik untuk Hubungan Indonesia-Singapura, Zainul Abidin Rasheed Raih Adinata Awards
Seperti di Indonesia,...
Seperti di Indonesia, Mobilitas Masyarakat di Singapura Kembali Meningkat ketika Covid-19 Melandai
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Profil Anil Kumar Nayar,...
Profil Anil Kumar Nayar, Duta Besar Singapura untuk Indonesia
Berita Terkini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
26 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
51 menit yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved