Putin Mengaku Senang Dengan Gencatan Senjata di Ukraina
Sabtu, 12 September 2015 - 22:48 WIB
Putin Mengaku Senang Dengan Gencatan Senjata di Ukraina
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyambut gembira kesepakatan gencata senjata yang diberlakukan di Ukraina timur. Pernyataan ini sangat mengejutkan karena sebelumnya, Putin kerap menuding Ukraina telah melanggar gencatan senjata.
Sampai saat ini Putin telah berulang kali mengkritik Ukraina karena gagal melaksanakan kesepakatan damai yang disepakati pada bulan Februari lalu, termasuk dengan menuding negara tetangganya itu terus melakukan penembakan ke daerah kelompok pro-Moskow.
"Ini menggambarkan bahwa hal utama adalah penghentian penembakan dari Donbass (Ukraina timur, basis kelompok pemberontak) baik dari sisi angkatan bersenjata maupun dari kelompok relawan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/9/2015).
Putin juga menegaskan kembali seruannya kepada Ukraina untuk melaksanakan setiap poin dari kesepakatan perdamaian bulan Februari lalu, termasuk poin Kiev mengadakan pembicaraan langsung dengan perwakilan pemberontak. Selain itu, Kiev juga harus menjalakan poin penerapan undang-undang tentang amnesti bagi kelompok pemberontak dan tentang status otonomi untuk daerah pemberontak.
Putin juga mengatakan bahwa batas waktu untuk melaksanakan perjanjian perdamaian Minsk bisa diperpanjang. Pasalnya, jika bersandar pada kesepakan awal dimana poin utama dari rencana perdamaian itu seharusnya terlaksana pada akhir tahun ini maka hal itu terlihat jauh dari kenyataan.
Putin juga mengatakan bahwa Rusia akan memecahkan masalah pasokan gas ke Ukraina dan membangun kembali hubungan bilateral. "Saya pikir kita juga akan memecahkan pertanyaan mengenai pasokan gas dan listrik. Secara umum, perlu untuk membangun kembali hubungan pada format sekala penuh," demikian Putin.
Sampai saat ini Putin telah berulang kali mengkritik Ukraina karena gagal melaksanakan kesepakatan damai yang disepakati pada bulan Februari lalu, termasuk dengan menuding negara tetangganya itu terus melakukan penembakan ke daerah kelompok pro-Moskow.
"Ini menggambarkan bahwa hal utama adalah penghentian penembakan dari Donbass (Ukraina timur, basis kelompok pemberontak) baik dari sisi angkatan bersenjata maupun dari kelompok relawan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/9/2015).
Putin juga menegaskan kembali seruannya kepada Ukraina untuk melaksanakan setiap poin dari kesepakatan perdamaian bulan Februari lalu, termasuk poin Kiev mengadakan pembicaraan langsung dengan perwakilan pemberontak. Selain itu, Kiev juga harus menjalakan poin penerapan undang-undang tentang amnesti bagi kelompok pemberontak dan tentang status otonomi untuk daerah pemberontak.
Putin juga mengatakan bahwa batas waktu untuk melaksanakan perjanjian perdamaian Minsk bisa diperpanjang. Pasalnya, jika bersandar pada kesepakan awal dimana poin utama dari rencana perdamaian itu seharusnya terlaksana pada akhir tahun ini maka hal itu terlihat jauh dari kenyataan.
Putin juga mengatakan bahwa Rusia akan memecahkan masalah pasokan gas ke Ukraina dan membangun kembali hubungan bilateral. "Saya pikir kita juga akan memecahkan pertanyaan mengenai pasokan gas dan listrik. Secara umum, perlu untuk membangun kembali hubungan pada format sekala penuh," demikian Putin.
(esn)