Kepala Pria Rusia Ini Akan Dicangkok ke Tubuh Orang Lain Tahun 2017

Sabtu, 12 September 2015 - 17:55 WIB
Kepala Pria Rusia Ini...
Kepala Pria Rusia Ini Akan Dicangkok ke Tubuh Orang Lain Tahun 2017
A A A
MOSKOW - Rencana pria Rusia, Valery Spiridonov, untuk operasi cangkok kepala ke tubuh orang lain akan dilakukan pada Desember 2017 di China. Jika terlaksana, cangkok kepala ini akan jadi yang pertama dan bersejarah.

Dokter Italia, Sergio Canavero, bersama dengan dokter China, Ren Xiaoping, sudah menyiapkan operasi cangkok kepala yang terdengar seram itu.

Spiridonov, bertekad menjalani cangkok kepala setelah dia menderita penyakit langka bernama, Werdnig-Hoffmann. Rencana itu pertama kali diungkap tahun 2013 dan jadi bahan perbincangan masyarakat dunia. ”Canavero awalnya bercanda, bahwa itu akan menjadi hadiah Natal, tapi sekarang ini akan menjadi kenyataan,” kata Spiridonov kepada Russia Today, Sabtu (12/9/2015).

Dokter Canavero menjelaskan mengapa dia melibatkan dokter China dalam rencana “gila” itu. ”China ingin melakukannya karena mereka ingin memenangkan hadiah Nobel. Mereka ingin membuktikan diri (sebagai) pembangkit tenaga listrik ilmiah. Jadi sebuah ruang perlombaan baru,” ujar ahli bedah Italia tersebut.

”Banyak media telah mengatakan, kami pasti akan mencoba operasi itu pada 2017, tapi itu hanya terjadi jika setiap langkah sebelum itu berlangsung lancar,” imbuh Xiaoping.

Kendati demikian, kedua dokter itu menolak mengomentari pertanyaaan terpenting. Yakni, siapa pendonor tubuh yang hendak dicangkokkan ke kepala Spiridonov.

”Tidak mungkin untuk memprediksi siapa donornya. Hanya ada satu kendala teknis; tubuh (pendonor) harus dari ras yang sama dengan penerima,” ujar Spiridonov.

Dirahasiakannya sosok pendonor tubuh itu, memicu spekulasi bahwa pendonor tersebut adalah terpidana mati di China. Namun, otoritas China menegaskan bahwa China melarang penggunaan organ tubuh dari para terpidana mati.

Operasi cangkok kepala ini direncanakan berlangsung di Harbin Medical University di sebelah timur laut Provinsi Heilongjiang, China. Biaya operasi ini sekitar USD11 juta dan akan berlangsung selama sekitar 36 jam.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
7 menit yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
1 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
1 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
2 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Kasus Demam Berdarah...
Kasus Demam Berdarah Akan Mencapai Rekor Tertinggi Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved