Aborsi Ditolak, Gadis Paraguay 11 Tahun Korban Perkosaan Lahirkan Bayi

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 09:27 WIB
Aborsi Ditolak, Gadis...
Aborsi Ditolak, Gadis Paraguay 11 Tahun Korban Perkosaan Lahirkan Bayi
A A A
ASUNCION - Seorang gadis Paraguay berusia 11 tahun yang diperkosa oleh pacar ibunya telah melahirkan seorang bayi. Kasus gadis kecil itu jadi sorotan dunia karena permintaannya untuk aborsi ditolak negara.

Gadis kecil itu diperkosa ketika berumur 10 tahun. Dia melahirkan bayi perempuan seberat 3,5 kg melalui operasi caesar. Demikian keterangan Dolores Castellanos, dokter yang memantau kehamilan gadis korban perkosaan itu.

Bayi yang dilahirkan itu diberi nama Milagros, yang dalam bahasa Spanyol bermakna mukjizat. Kehamilan gadis kecil itu terungkap ketika dia diperiksa dokter karena mengeluh sakit perut pada bulan April tahun lalu.

Dokter semula mengira ada parasit di perut gadis kecil itu. Tapi, dokter kaget setelah tahu bahwa dia hamil lima bulan.

Gadis kecil yang identitasnya dilindungi itu semula menghendaki aborsi, karena kehamilannya tidak dinginkan dan usianya masih terlalu dini. Tapi, di Paraguay aborsi dianggap ilegal atau melanggar hukum. Aborsi hanya diizinkan jika nyawa si ibu terancam.

Larangan aborsi itu telah memicu kemarahan publik yang merasa kasihan dengan nasib gadis kecil tersebut. Dia melahirkan tanggal 11 Mei 2015 ketika usia kehamilannya memasuki 37 minggu. Gadis tersebut baru setinggi 1,39 meter dengan berat 34 kg (sebelum hamil).

Menurut Castellanos, dokter anak dan remaja di rumah sakit Asuncion, mengatakan dia memantau selama 72 jam sebelum gadis itu melahirkan. ”Itu seperti operasi caesar lainnya, tanpa komplikasi, perbedaannya hanya pada usia,” kata direktur rumah sakit, Mario Villalba.

Ketika ditanya apakah anak kecil itu dapat menyusi bayinya, Villalba berujar;” Kita akan melihat bagaimana dia melakukannya sebagai seorang ibu.”

Ayah bayi itu yakni pelaku pemerkosaan, Gilberto Martinez Zarate, 42, sudah ditahan pada bulan Mei lalu. Dia terancam hukuman 12 hingga 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Ibu gadis kecil itu, seperti dikutip news.com.au, Jumat (14/8/2015), juga ditangkap karena mengabaikan untuk melindungi putrinya sehingga menjadi korban perkosaan.
(mas)
Berita Terkait
Seorang Wanita di Paraguay...
Seorang Wanita di Paraguay Hidup Lagi Setelah Dinyatakan Meninggal Dunia
5 Bulan Ditahan Kasus...
5 Bulan Ditahan Kasus Paspor Palsu, Ronaldinho Dibebaskan
Brasil Hentikan Rekor...
Brasil Hentikan Rekor Tak Terkalahkan Paraguay
Ditahan Imbang Paraguay,...
Ditahan Imbang Paraguay, Argentina Belum Terkalahkan
7 Negara yang Melegalkan...
7 Negara yang Melegalkan Poliandri, Ada yang Menikahi Anak Sulung Laki-Laki dalam Keluarga
Jelang Paraguay vs Argentina:...
Jelang Paraguay vs Argentina: Berharap Ketajaman Lautaro
Berita Terkini
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
6 menit yang lalu
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
3 jam yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
4 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
5 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved