Iran-Suriah Minta Timur Tengah Bersatu Lawan ISIS
Kamis, 13 Agustus 2015 - 17:10 WIB
Iran-Suriah Minta Timur Tengah Bersatu Lawan ISIS
A
A
A
DAMASCUS - Dua sekutu, yakni Iran dan Suriah meminta negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk saling bergandengan tangan dan bersatu padu melawan terorisme. Harapan ini terucap kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dengan Presiden Suriah Bashara al-Assad.
Melansir Al Arabiya pada Kamis (13/8/2015), dalam sebuah pernyataan Zarif mengucap, sudah saatnya bagi seluruh negara di kawasan Timur Tengah untuk menghapus ego dan bersatu melawan terorisme, khususnya ISIS. Sebab, menurutnya tanpa adanya kerjasama dari semua negara, hal semacam ini akan sulit untuk dikalahkan.
"Saya mengatakan kepada negara lain, khususnya tetangga kita, bahwa sekarang adalah waktu untuk melihat sebuah kebenaran, menjawab aspirasi rakyat Suriah dan bekerja untuk melawan terorisme, ekstremisme, dan sektarianisme," kata Zarif dalam sebuah pernyataannya.
Sementara itu, ketika disinggung apakah selain membahas upaya melawan terorisme, ada pembahasan mengenai mencari solusi untuk menyelesaikan konflik di Suriah, Zarif enggan menjawab. Dirinya hanya menyebut, diskusi dengan Assad mencakup banyak hal dan berjalan dengan sangat baik.
Sama halnya dengan Zarif, Assad juga enggan memberikan rincian pertemuan tersebut. Assad dalam pernyataannya hanya mengutarakan ucapan terima kasih kepada Iran atas segala bantuan yang telah mereka berikan.
"Saya benar-benar menghargai dukungan kuat yang selalu diberikan Iran kepada Suriah. Saya menyambut upaya tulus yang telah dibuat oleh Iran dan negara-negara sahabat untuk menghentikan perang di Suriah dan untuk melestarikan kedaulatan dan integritas wilayah kami," ucap Assad.
Melansir Al Arabiya pada Kamis (13/8/2015), dalam sebuah pernyataan Zarif mengucap, sudah saatnya bagi seluruh negara di kawasan Timur Tengah untuk menghapus ego dan bersatu melawan terorisme, khususnya ISIS. Sebab, menurutnya tanpa adanya kerjasama dari semua negara, hal semacam ini akan sulit untuk dikalahkan.
"Saya mengatakan kepada negara lain, khususnya tetangga kita, bahwa sekarang adalah waktu untuk melihat sebuah kebenaran, menjawab aspirasi rakyat Suriah dan bekerja untuk melawan terorisme, ekstremisme, dan sektarianisme," kata Zarif dalam sebuah pernyataannya.
Sementara itu, ketika disinggung apakah selain membahas upaya melawan terorisme, ada pembahasan mengenai mencari solusi untuk menyelesaikan konflik di Suriah, Zarif enggan menjawab. Dirinya hanya menyebut, diskusi dengan Assad mencakup banyak hal dan berjalan dengan sangat baik.
Sama halnya dengan Zarif, Assad juga enggan memberikan rincian pertemuan tersebut. Assad dalam pernyataannya hanya mengutarakan ucapan terima kasih kepada Iran atas segala bantuan yang telah mereka berikan.
"Saya benar-benar menghargai dukungan kuat yang selalu diberikan Iran kepada Suriah. Saya menyambut upaya tulus yang telah dibuat oleh Iran dan negara-negara sahabat untuk menghentikan perang di Suriah dan untuk melestarikan kedaulatan dan integritas wilayah kami," ucap Assad.
(esn)