Rusia Bangun Kapal Induk Nuklir Penampung 100 Jet Tempur

Selasa, 11 Agustus 2015 - 09:02 WIB
Rusia Bangun Kapal Induk...
Rusia Bangun Kapal Induk Nuklir Penampung 100 Jet Tempur
A A A
MOSKOW - Rusia sedang membangun dan mengembangkan kapal induk bertenaga nuklir buatan sendiri. Kapal induk dua unit yang sedang dirancang itu diklaim mampu menampung 100 pesawat jet tempur.

Demikian laporan United Shipbuilding Corporation melalui seorang juru bicaranya pada hari Senin. Kremlin memutuskan membuat kapal induk sendiri setelah Prancis membatalkan penjualan dua kapal perang Mistral. Pada Mei 2015 lalu, Kremlin juga sudah membocorkan niatnya untuk membangun kapal induk sendiri.

”Proyek dari kapal induk masa depan Rusia, atau seperti yang kadang-kadang disebut sebagai naval aircraftyang kompleks, kini dalam tahap desain,” kata pihak United Ship Building Corporation yang dikutip kantor berita Itar-Tass.

“Penelitian yang dilakukan oleh Biro Desain Nevskoye menunjukkan bahwa satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut, seperti pembangkit listrik, ketahanan laut dan berbagai kebutuhan pelayaran adalah membekali kapal dengan pembangkit listrik tenaga nuklir,” lanjut pihak korporasi pembuata kapal perang tersebut.

Biro Desain Nevskoye adalah desainer utama Rusia untuk proyek kapal perang besar. Biro itu juga ahli dalam membangun kapal tanker sipil dan kapal kargo curah.

Menurut CEO Biro Desain Nevskoye, Sergey Vlasov, kemungkinan ada dua jenis kapal induk yang dibangun Rusia. Pertama kapal bertenaga nuklir dengan perpindahan dari 80.000 ke 85.000 ton yang mampu menampung sekitar 70 pesawat jet di kapal. Kedua, kapal induk non-nuklir dengan perpindahan dari 55.000 sampai 65.000 ton, yang mampu membawa sekitar 55 pesawat jet tempur.

Fasilitas pembangkit tenaga nuklir untuk kapal induk masa depan Rusia itu diharapkan akan diuji kapal perusak Leader-class. Kendati demikian, menurut Business Insider, Selasa (11/8/2015) kapal induk raksasa itu tidak mungkin selesai dibangun sebelum tahun 2030.

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Francois Hollande sepakat membatalkan kesepakatan jual beli dua kapal perang Mistral. Akibat pembatalan itu, Prancis membayar kompensasi yang mahal terhadap Rusia sekitar US$1,3 miliar (dolar Amerika Serikat). Prancis batal menjual dua kapal perang ke Rusia karena ditekan Amerika dan Uni Eropa yang saat ini masih menjatuhkan sanksi terhadap Rusia karena masalah krisis Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
1 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
2 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
2 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
3 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
4 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved