Pertemuan Emosional Ali Imron dan Kerabat Korban Bom Bali

Rabu, 05 Agustus 2015 - 10:48 WIB
Pertemuan Emosional...
Pertemuan Emosional Ali Imron dan Kerabat Korban Bom Bali
A A A
JAKARTA - Siapa sangka, para teman dan kerabat korban Bom Bali 2002 menemui Ali Imron, satu-satunya pelaku Bom Bali yang masih hidup. Pertemuan emosional itu berlangsung di penjara Jakarta.

Ali Imron adalah pria yang mengendarai van dengan bahan peledak dalam tragedi bom di Legian, Kuta, Bali 12 Oktober 2002. Pemboman itu menewaskan 202 orang.

Ali Imron ditemui Nyoman Rencini, yang kehilangan suaminya, Jan Laczynski, yang kehilangan lima temannya, dan Ni Luh Erniati yang juga kehilangan suaminya.

Sebelum bertemu dengan Ali Imron, Nyoman Rencini melakukan wawancara dengan kepada SBS Dateline. ”Teman saya bertanya, jika Ali Imron meminta kita untuk pengampunannya, akankah Anda memaafkannya atau tidak, saya katakan; saya tidak tahu. Mari kita tunggu dan lihat,” kata Nyoman Rencini.

Selama pertemuan itu, Laczynski bertanya langsung kepada Ali Imron. ”Mengapa Anda mengemudikan kendaraan bom?," tanya dia. ”Bagaimana Anda tidur di malam hari?,” tanya Laczynski lagi.

Bom Bali 2002 meledak dua kali. Satu diledakkan di Paddy Pub oleh seorang pembom bunuh diri, dan lainnya oleh seorang pembom bunuh diri di van yang diparkir di luar Sari Club.

Tiga orang pelaku Bom Bali dieksekusi mati oleh regu tembak Indonesia pada tahun 2008. Sedangkan Ali Imron masih menjalani hukuman penjara. Ali Imron terhindar hukuman mati, setelah dia mengaku menyesal dan bekerja sama dengan polisi.

”Saya tidak bersyukur bahwa ada bom di Bali," katanya kepada Dateline. ”Saya bersyukur bahwa saya salah satu pelaku yang menyadari kesalahan dan bertobat,” lanjut Ali Imron, yang dilansir ABC, Rabu (5/8/2015).

”Saya sudah mengatakan bahwa saya meminta maaf kepada semua orang, terutama para korban dan keluarga mereka,” imbuh dia. ”Sejak itu, saya belum membunuh siapa pun. Saya bukan jagal.”

Ketika Ali Imron memasuki ruangan, ia menyodorkan tangan untuk berjabat tangan dengan Laczynski. Tapi, Laczynski menolak. ”Tidak, tidak, terima kasih, saya tidak akan menjabat tangan seseorang yang menewaskan lima dari teman-teman saya dan 88 warga Australia,” katanya.

Sedangkan Nyoman Rencini, yang harus menunggu dua bulan untuk menerima konfirmasi kematian suaminya, menyampaikan kalimat kekesalan.”Orang-orang mengatakan dia setengah manusia, setengah binatang,” ucapnya.

”Beberapa teman mengatakan kepada saya untuk mengambil pisau atau benda tajam lainnya dan menggunakannya pada pelaku, tapi hati nurani saya tidak akan membiarkan saya melakukan sesuatu yang begitu kejam,” imbuh Nyoman Rencini.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
38 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved