Aturan Militer Baru Goyang Pemerintahan Jepang

Minggu, 19 Juli 2015 - 20:49 WIB
Aturan Militer Baru...
Aturan Militer Baru Goyang Pemerintahan Jepang
A A A
TOKYO - Keputusan Majelis Rendah Negeri Jepang untuk meloloskan Rancangan Undang-undang (RUU) yang mengizinkan pemerintah mengirimkan pasukan militer ke luar negeri ternyata memiliki dampak buruk terhadap pemerintah Jepang. Protes terus mengalir dari masyarakat Negeri Matahari Terbit tersebut.

Dampak yang paling terlihat adalah terus melorotnya popularitas pemerintah Jepang di bawah pimpinan Shinzo Abe. Dalam sebuah jajak pendapat yang dilaksanakan kantor berita Kyoto disebutkan bahwa kepopuleran pemerintahan Abe menurun hingga 10 persen, hanya satu pekan setelah RUU tersebut disetujui.

Bulan lalu, Pemerintah Jepang masih mendapatkan dukungan sebesar 47,4 persen dari rakyatnya. Namun, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (19/7/2015), setelah RUU tersebut disetujui, kepopuleran pemerintahan Jepang melorot menjadi 37,7 persen.

Lebih dari 70 persen responden jajak pendapat tersebut mengatakan, mereka tidak menyetujui penambahan kekuatan pasukan ketahanan dan keterlibatan militer Jepang dalam beberapa isu di luar negeri.

Jajak pendapat ini membuat posisi Abe sebagai Perdana Menteri Jepang semakin terancam, dan membuat pihak oposisi semakin berjaya. Karena, sama halnya dengan masyarakat Jepang, oposisi juga menolak RUU tersebut, yang ditunjukan dengan walk out saat pengambilan suara di Parlemen.

Pihak oposisi mengatakan, kebijakan baru tersebut melanggar konsitusi Jepang pada 1947 yang membatasi peran pasukan militer dalam menjaga pertahanan negara. Memang, paska Perang Dunia ke-II, Jepang telah memutuskan tidak akan terlibat secara militer dalam beberapa konflik di dunia.

Pengajuan RUU ini sendiri disebut-sebut karena Jepang ingin terlibat langsung dalam konflik di Laut China Selatan, dan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) untuk melawan salah satu rival mereka, yakni China.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved