Rusia Hendak Tempatkan Kapal Selam di Semenanjung Crimea

Selasa, 14 Juli 2015 - 09:02 WIB
Rusia Hendak Tempatkan...
Rusia Hendak Tempatkan Kapal Selam di Semenanjung Crimea
A A A
MOSKOW - Rusia hendak menempatkan sejumlah kapal selam listrik terbarunya, “Novorossiysk”, di Semenanjung Crimea, kawasan Laut Hitam. Langkah Rusia ini diduga untuk menguatkan status kepemilikan Crimea sejak dianeksasi Rusia dari Ukraina tahun lalu.

”Pembangunan serangkaian ‘Proyek 636’ kapal selam diesel-listrik untuk Armada Laut Hitam berada di bawah kontrol konstan Komando Utama Angkatan Laut,” kata Komandan Angkatan Laut Rusia, Laksamana Viktor Chirkov, kemarin.

“Sampai akhir 2015, Angkatan Laut akan menerima dua kapal selam dari ‘Proyek 636’, yakni Kolpino dan Veliky Novgorod. Kapal berada dalam fase konstruksi aktif di Admiralty Shipyards, dan kami berencana untuk menerima mereka untuk operasi di Angkatan Laut sampai akhir 2016,” lanjut dia, seperti dilansir IB Times.

Sejak Rusia menganekasi Crimea dari Ukraina pada Maret 2014, konflik di Ukraina timur terus terjadi selama 16 bulan terakhir. Bahkan, sejak krisis Ukraina pecah, Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di seluruh dunia, termasuk mengambil bagian dalam latihan Angkatan Laut di Pasifik, Arktik, Mediterania dan Laut Jepang.

Ukraina dan negara-negara Barat terutama Amerika Serikat (AS) tidak pernah mengakui aneksasi Rusia terhadap Crimea. Aneksasi itu terjadi, setelah rakyat Crimea menggelar referendum untuk pisah dari Ukraina pada 2014. Usai referendum, rakyat Crimea menyatakan diri untuk bergabung dengan Rusia, dan Kremlin membuat peta baru Rusia dengan Crimea termasuk wilayahnya.

Namun, langkah Rusia itu membuat negara-negara Barat, seperti Uni Eropa menjatuhkan sanksi. Tapi, Rusia tidak mau ambil pusing dengan sanksi. Menurut Rusia, aneksasi Crimea sah, karena sesuai kehendak 80 persen rakyat Crimea.

”Dengan kedatangan berurutan dari kapal selam ‘Novorossiysk’ pada 2015-2016, kita dapat menyatakan tentang kebangkitan kekuatan kapal selam Armada Laut Hitam,” ujar Chirkov.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
46 menit yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
2 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
4 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved