Aksi Menghujat Bakal Dilegalkan di Islandia

Sabtu, 04 Juli 2015 - 12:49 WIB
Aksi Menghujat Bakal...
Aksi Menghujat Bakal Dilegalkan di Islandia
A A A
REYKJAVIK - Islandia bakal menghapus hukum penghujatan yang sudah berlaku sejak 1940-an. Parlemen Islandia telah mengesahkan RUU yang melegalkan setiap orang atau pihak manapun menghujat atas nama kebebasan.

RUU itu diusulkan Partai Pirate dan telah disetujui di tingkat parlemen nasional. Menurut Iceland Monitor, ketiga anggota parlemen Partai Pirate kompak pasang badan di parlemen (yang dikenal sebagai Alþingi) untuk menyuarakan solidaritas terhadap majalah satire Prancis, Charlie Hebdo.

Kantor majalah itu diserang dua pria bersenjata dengan korban tewas belasan orang beberapa bulan lalu. Majalah itu jadi target serangan berdarah setelah beberapa kali menerbitkan kartun yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad.

RUU itu disahkan setelah satu anggota parlemen menentang, tiga abstain dan sisanya mendukung. Partai Pirate yang merasa sukses meloloskan RUU yang melegalkan penghujatan menulis pesan di blog. ”Parlemen Islandia telah mengeluarkan pesan penting bahwa kebebasan tidak akan tunduk pada serangan berdarah,” tulis Partai Pirate, seperti dilansir IB Times, Sabtu (4/7/2015).

Sebelum RUU itu disahkan, tindakan menghujat dianggap melanggar hukum di Islandia. Mereka yang menghujat akan dihukum denda atau penjara hingga tiga bulan.

RUU ditentang berbagai kelompok, termasuk Gereja Pantekosta dan Gereja Katolik Islandia. ”Jyllandsposten dan Charlie Hebdo harus berpikir dua kali sebelum sebelum mempublikasikan materi yang menghina Islam,” kata pihak Gereja Islandia di wilayah timur dalam sebuah pernyataan.

Namun, tidak semua kelompok agama menentang RUU itu. Pihak Kantor Uskup Gereja Islandia, memberi sinyal mendukung RUU yang melegalkan penghujatan. ”Hal ini penting untuk masyarakat yang bebas harus dapat mengekspresikan diri tanpa takut pada hukuman,” bunyi pernyataan kantor uskup itu.
(mas)
Berita Terkait
Setelah Menarget Greenland,...
Setelah Menarget Greenland, Negara Mana yang Dibidik Trump?
5 Negara Terbaik untuk...
5 Negara Terbaik untuk Melihat Fenomena Aurora
Viral Video Drone Perlihatkan...
Viral Video Drone Perlihatkan Jalanan Islandia Hilang Ditelan Muntahan Lava
11 Fakta Menarik Islandia...
11 Fakta Menarik Islandia yang Disebut Akan Jadi Negara Bagian AS ke-52
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
7 Negara dengan Kekuatan...
7 Negara dengan Kekuatan Militer Paling Lemah, Salah Satunya Tak Punya Tentara
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
17 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved