Pentagon Ingin Amerika Tetap Berkuasa di Dunia

Kamis, 02 Juli 2015 - 13:19 WIB
Pentagon Ingin Amerika...
Pentagon Ingin Amerika Tetap Berkuasa di Dunia
A A A
WASHINGTON - Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menerbitkan dokumen baru berjudul “2015 National Military Strategy”. Dalam dokumen itu, Pentagon menginginkan agar AS tetap berkuasa di dunia.

Namun, menurut Pentagon, dominasi AS itu telah ditantang sejumlah negara, di antaranya Rusia, China dan Korea Utara. “Amerika Serikat adalah bangsa terkuat di dunia, menikmati keuntungan unik dalam teknologi, energi, aliansi dan kemitraan, serta demografi,” bunyi dokumen Pentagon itu. “Namun, keunggulan ini ditantang,” lanjut dokumen itu.

Dokumen Pentagon tersebut menyalahkan Rusia atas berbagai perjanjian dan aksi militer. Sebagai contoh, menurut Pentagon, Rusia telah melanggar perjanjian “Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty”, sebuah perjanjian larangan uji coba senjata nuklir.

Iran dan Korea Utara, juga dituduh mencari senjata nuklir. Melalui dokumen ini, AS terang-terangan memandangChina sebagai pesaing utama AS di panggung dunia.

”Tak satu pun dari negara-negara tersebut diyakini mencari konflik militer langsung dengan Amerika Serikat atau sekutu kami,” bunyi dokumen Pentagon tersebut, seperti dilansir Russia Today, Kamis (2/7/2015). “Meskipun demikian, masing-masing dari mereka menimbulkan masalah keamanan serius bagi masyarakat internasional.”

Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey menjadi penulis dalam pendahuluan dokumen itu. Jenderal Dampsey dalam tulisannya secara khusus menyoroti perilaku Rusia dan China yang dia anggap bisa memicu perang besar. “Peluang Amerika Serikat untuk berperang dengan kekuatan besar, itu konsekuensi besar,” tulis dia. (Baca: Peringatan AS: Ulah Rusia dan China Bisa Picu Perang Besar)

”Rusia telah berulang kali menunjukkan, bahwa tindakannya itu tidak menghormati kedaulatan negara tetangganya dan bersedia menggunakan kekuatan untuk mencapai tujuannya," sambung Dempsey. ”Tindakan militer Rusia secara langsung merusak keamanan regional melalui pasukan proxy,” imbuh Dempsey.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
46 menit yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
1 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
2 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
3 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved