AS Izinkan Tentaranya Serang Jurnalis?

Rabu, 24 Juni 2015 - 21:03 WIB
AS Izinkan Tentaranya...
AS Izinkan Tentaranya Serang Jurnalis?
A A A
WASHINGTON - alam sebuah pertempuran, sosok jurnalis dianggap sebagai pihak yang netral. Karenanya, jurnalis tidak boleh dijadikan sasaran dalam sebuah pertempuran. Namun, dalam sebuah panduan baru yang diterbitkan Pentagon, jurnalis ditempatkan dalam kategori target yang boleh diserang.

Dalam buku panduan yang diberi judul "Law of War" itu disebutkan, bahwa jurnalis masuk dalam kategori “unprivileged belligerents” (pihak lawan yang tidak memiliki hak istimewa). Istilah tersebut digunakan untuk menggantikan istilah “enemy combatant” (pejuang dari pihak musuh) yang sebelumnya digunakan.

“Pada umumnya, jurnalis adalah warga sipil. Namun, jurnalis mungkin juga anggota kelompok bersenjata, orang yang diizinkan mendampingi kelompok bersenjata, atau seorang unprivileged belligerents,” bunyi isi buku tersebut, sepeti dilansir Russia Today pada Rabu (24/6/2015).

Profesor ilmu jurnalisme dari Universitas Georgetown, Chris Chambers, menyatakan tidak mengetahui arti dari istilah baru yang digunakan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tersebut. Dia mengatakan, istilah tersebut tidak tercantum di Konvensi Jenewa, hukum-hukum internasional, bahkan di Pengadilan Federal AS.

Dirinya menuturkan, hal itu berarti para jurnalis disertakan ke dalam sebuah unit yang telah disetujui oleh militer dan akan menjadi target yang dicari, dibanding sebelumnya.

“Ini memberi mereka (militer AS) izin menyerang, bahkan membunuh jurnalis yang tidak terlalu mereka sukai, tapi tidak berada di pihak musuh,” kata Chris.

Buku "Law of War" sendiri adalah panduan keseluruhan pertama yang dirilis Pentagon bagi empat cabang militer yang dimiliki AS. Sebelumnya, setiap sektor diminta menuliskan sendiri panduan perang mereka yang kemungkinan tidak menyertakan jurnalis sebagai pengkhianat potensial.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
58 menit yang lalu
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
1 jam yang lalu
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
2 jam yang lalu
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
4 jam yang lalu
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved