WikiLeaks: Sekutu Top AS, Saudi Jadi Adidaya Timur Tengah

Sabtu, 20 Juni 2015 - 08:35 WIB
WikiLeaks: Sekutu Top...
WikiLeaks: Sekutu Top AS, Saudi Jadi Adidaya Timur Tengah
A A A
RIYADH - Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks menerbitkan sekitar 500 ribu dokumen rahasia yang mengungkap “borok” Kerajaan Arab Saudi. Dokumen bernama “Saudi Cable’s” itu salah satunya membongkar predikat Saudi sebagai sekutu top Amerika Serikat (AS) dan posisinya sebagai negara adidaya Timur Tengah dengan dukungan senjata AS.

Dokumen rahasia yang dibongkar WikiLeaks meliputi bocoran komunikasi dari Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen dan Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Pada Jumat kemarin, situs whistleblowing itu merilis bocoran tahap pertama sebanyak sekitar 70 ribu dokumen. “Saudi Cable’s memberikan wawasan ke dalam kebijakan interior dan asing Kerajaan (Arab Saudi) yang menjelaskan bagaimana telah berhasil membentuk sekutu dan mengkonsolidasikan posisinya sebagai negara adidaya di wilayah Timur Tengah, termasuk melalui cara menyuap dan mengkooptasi tokoh kunci individu dan lembaga,” bunyi pernyataan WikiLeaks yang dirilis semalam.

“Bocoran dokumen ini juga menggambarkan struktur birokrasi yang sangat terpusat, bahkan masalah sederhana pun ditangani oleh pejabat paling senior,” lanjut pernyataan WikiLeaks.

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ikut mengomentari bocoran dokumen rahasia itu.”Dokumen itu telah mengangkat tutup kediktatoran yang semakin tidak menentu dan rahasia yang tidak hanya ‘merayakan’ pemancungan 100 orang pada tahun ini, tetapi (Saud) juga menjadi ancaman bagi tetangganya dan dirinya sendiri,” kata Assange yang sampai saat ini bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di Inggris.

Masih menurut WikiLeaks, Saudi, yang menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia dan eksportir terbesar telah menjadi pemain utama dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mengontrol produksi dan harga minyak di pasar global.

”Kerajaan Arab Saudi adalah kediktatoran turun-temurun yang berbatasan dengan Teluk Persia. Meskipun catatan (buruk) HAM membuat kerajaan ini terkenal, Arab Saudi tetap menjadi sekutu top dari Amerika Serikat dan Inggris di Timur Tengah, hal itu karena karena cadangan minyaknya yang tak tertandingi,” lanjut pernyataan WikiLeaks.

”Kerajaan ini sering jadi puncak daftar negara-negara penghasil minyak, yang telah memberikan pengaruh yang tidak proporsional dalam urusan internasional. Setiap tahun (Saudi) mendorong uang miliaran dolar dari hasil minyak ke kantong bank Inggris dan perusahaan senjata AS,” imbuh WikiLeaks.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
2 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
5 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
6 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
7 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
9 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
9 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved