Pejabat Australia yang Nyuap Penyelundup, RI yang Disalahkan

Senin, 15 Juni 2015 - 10:29 WIB
Pejabat Australia yang...
Pejabat Australia yang Nyuap Penyelundup, RI yang Disalahkan
A A A
CANBERRA - Tuduhan pejabat Australia menyuap para penyelundup manusia agar membawa para pencari suaka ke wilayah Indonesia telah memicu “perang pernyataan diplomatik”. Indonesia yang menuntut penjelasan Australia soal laporan suap itu justru disalahkan dengan dalih tidak bisa mengamankan perbatasannya.

Lemparan kesalahan pada Indonesia itu terlontar dari pernyataan Meneri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pada Senin (15/6/2015). Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, secara resmi telah menuntut penjelasan Australia soal laporan suap itu pada Sabtu pekan lalu.

”Saya berharap untuk mendengar hasil lengkap investigasi di Indonesia dari para penyelundup manusia yang melakukan kejahatan di Indonesia, termasuk pelanggaran paspor dan visa hukum,” kata Bishop kepada media Australia. (Baca juga: Abbott Tak Sudi Merespons RI soal Suap Penyelundup Manusia)

”Cara terbaik untuk Indonesia adalah untuk menyelesaikan masalah itu dengan melakukan Operation Sovereign Borders untuk menegakkan kedaulatan atas perbatasannya,” ujar Bishop, seperti dilansir Guardian.

Operation Sovereign Borders diperlukan karena kapal Indonesia dengan kru Indonesia meninggalkan wilayahIndonesia, dengan maksud untuk melanggar kedaulatan kami, memfasilitasi para sindikat penyelundup manusia secara ilegal,” ujar Bishop yang menyalahkan Indonesia atas masuknya paa penyelundup manusia.

Seperti diberitakan Sindonews.com sebelumnya, laporan suap itu muncul dari pengakuan kapten dan para awak kapal yang menjadi penyelundup 65 pencari suaka asal Bangladesh, Mynamar dan Sri Lanka. (Baca juga: Licik, Australia Bayar Penyelundup Manusia agar ke Indonesia)

Para penyelundup manusia yang telah ditangkap polisi Rote, Indonesia, itu mengaku disuap masing-masing US$5 ribu agar membawa para “manusia perahu” itu ke wilayah Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
50 menit yang lalu
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
1 jam yang lalu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
1 jam yang lalu
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
2 jam yang lalu
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
2 jam yang lalu
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
2 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved