Hacker Militer China Dituding Curi 4 Juta Data AS
Jum'at, 05 Juni 2015 - 14:17 WIB
Hacker Militer China Dituding Curi 4 Juta Data AS
A
A
A
WASHINGTON - Para pejabat Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuding militer China sebagai biang serangan cyber berskala besar. Tuduhan itu muncul setelah data dari 4 juta pekerja pemerintah AS dicuri oleh hacker.
Kecurigaan aksi hacker itu dilakukan militer China disampaikan para pejabat intelijen AS. Departemen Keamanan Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan mengungkap bahwa pencurian data berskala besar itu terjadi pada awal Mei 2015.
Data yang dicuri hacker adalah data dari Kantor Manajemen Personalia. ”FBI sedang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi bagaimana dan mengapa hal ini terjadi,” bunyi pernyataan kementerian itu.
Senator AS, Susan Collins, juga menuding hacker China di balik serangan cyber besar-besaran itu. Sementara itu, China marah dengan tuduhan para pejabat AS.
China melalui Kedutaan Besar-nya di AS menyebut tuduhan itu merupakan tindakan tidak bertanggung jawab. ”(Pejabat AS) melompat ke kesimpulan dan membuat tuduhan hipotesis yang tidak bertanggung jawab dan kontraproduktif,” kata juru bicara Kedutaan Besar China, Zhu Haiquan, kepada Reuters, Jumat (5/6/2015).
Menurutnya, sulit untuk melacak aktivitas hacker lintas batas. China, lanjut dia, melakukan segala upaya untuk memerangi serangan cyber.
Kecurigaan aksi hacker itu dilakukan militer China disampaikan para pejabat intelijen AS. Departemen Keamanan Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan mengungkap bahwa pencurian data berskala besar itu terjadi pada awal Mei 2015.
Data yang dicuri hacker adalah data dari Kantor Manajemen Personalia. ”FBI sedang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi bagaimana dan mengapa hal ini terjadi,” bunyi pernyataan kementerian itu.
Senator AS, Susan Collins, juga menuding hacker China di balik serangan cyber besar-besaran itu. Sementara itu, China marah dengan tuduhan para pejabat AS.
China melalui Kedutaan Besar-nya di AS menyebut tuduhan itu merupakan tindakan tidak bertanggung jawab. ”(Pejabat AS) melompat ke kesimpulan dan membuat tuduhan hipotesis yang tidak bertanggung jawab dan kontraproduktif,” kata juru bicara Kedutaan Besar China, Zhu Haiquan, kepada Reuters, Jumat (5/6/2015).
Menurutnya, sulit untuk melacak aktivitas hacker lintas batas. China, lanjut dia, melakukan segala upaya untuk memerangi serangan cyber.
(mas)