Terungkap! AS Gagal Sabotase Senjata Nuklir Korut

Sabtu, 30 Mei 2015 - 16:18 WIB
Terungkap! AS Gagal...
Terungkap! AS Gagal Sabotase Senjata Nuklir Korut
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) ternyata pernah mencoba menyabotase program senjata nuklir Korea Utara (Korut) dengan serangan cyber Stuxnet. Tapi, upaya AS pada tahun 2010 itu gagal.

Laporan itu muncul dari sumber intelijen AS yang dipublikasikan Reuters. Dalam laporan itu terungkap bahwa AS pada tahun itu melakukan serangan cyber Stuxnet terhadap program senjata Iran. Dalam waktu yang sama, AS juga menyasar program senjata nuklir Pyongyang, meski akhirnya gagal.

Dengan serangan cyber Stuxnet, Badan Keamanan Nasional atau NSA AS mencoba untuk menginfeksi komputer yang mengontrol program senjata nuklir Korut dengan virus. Virus dari serangan cyber Stuxnet itu selama ini diyakini menyebabkan sentrifugal untuk memperkaya uranium menjadi kacau.

“Namun, karena isolasi Korut yang ekstrem dari seluruh dunia, AS tidak pernah bisa menyuntikkan virus itu,” tulis Reuters yang dilansir Sabtu (30/5/2015).Berbeda nasibnya dengan Iran yang penggunaan internet leluasa, sehingga serangan cyber AS kala itu telah mengacaukan program nuklir Teheran.

NSA sendiri menolak untuk mengomentari serangan cyber terhadap Iran dan Korut. Serangan cyber Stuxnet kini justru jago dimainkan para hacker Korut. Hal itu diungkap seorang pembelot Korut, Profesor Kim Heung-kwang. Dia melarikan diri dari Korut pada tahun 2004 setelah mengajar ilmu komputer di Universitas Teknologi Komputer Hamheung selama 20 tahun. (Baca: Korut Punya 6 Ribu Hacker yang Bisa Hancurkan Kota)

Heung-kwang mengatakan banyak mantan mahasiswanya telah pergi untuk membentuk “Unit Hacker” yang dikenal sebagai Biro Unit Hacker 121. Dia memperingatkan bahwa para hacker itu bisa melakukan ancaman mematikan.

Dia mencontohkan, para hacker Korut berpotensi melakukan serangan cyber terhadap bank-bank dan pembangkit listrik di Korea Selatan (Korsel). Serangan itu bisa membunuh orang-orang. “Jumlah serangan cyber unit itu telah meningkat secara signifikan, dan sekarang memiliki sekitar 6.000 orang,” kata Heung-kwang, kepada BBC.

”Serangan cyber mereka bisa memiliki dampak yang sama seperti serangan militer, membunuh orang dan menghancurkan kota,” katanya lagi.
(mas)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
53 menit yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
2 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
2 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
3 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
4 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved