Gadis Ini Diperkosa, Keguguran dan Justru Dipenjara 40 Tahun

Jum'at, 29 Mei 2015 - 09:32 WIB
Gadis Ini Diperkosa,...
Gadis Ini Diperkosa, Keguguran dan Justru Dipenjara 40 Tahun
A A A
SAN SALVADOR - Sebuah kisah nyata menyayat hati dialami seorang gadis di El Salvador, Amerika Tengah. Gadis itu ketika berusia 14 tahun diperkosa, lantas mengalami keguguran karena jatuh di kamar mandi. Tragisnya, dia justru dihukum 40 tahun penjara atas tuduhan membunuh bayinya.

Penderitaan gadis itu diungkap kelompok Amnesty International dalam sebuah laporannya. Amnesty, dalam laporannya menuliskan Andrea sebagai nama samaran gadis itu untuk melindungi identitas gadis itu yang sebenarnya.

Andrea tidak tahu jika dia hamil akibat diperkosa para pria. Dia baru menyadarinya ketika ambruk di kamar mandinya dan merasakan kesakitan. Tapi, hal itu sudah terlambat karena Andrea mengalami keguguran.

Dia terbangun di sebuah rumah sakit. Dalam kondisi masih sakit, dia mendapati tangannya diborgol di tempat tidur dan dikelilingi para polisi. Polisi menuduhnya membunuh anak yang belum lahir hasil perkosaan lebih dari satu pria.

Parahnya, para pria yang memperkosanya tidak dituntut. Sebaliknya, Andrea justru dihukum hingga 40 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan.

Ini adalah realitas kehidupan getir di El Salvador, negara dengan budaya Katolik konservatif. Aborsi merupakan tindak pidana di negara itu, bahkan jika wanita yang melakukannya merupakan korban pemerkosaan. Aborsi karena kehamilan mengancam hidup si wanita juga dianggap sebagai tindak pidana.

Masih menurut Amnesty, yang dilansir news.com.au, Jumat (29/5/2015), kelompok HAM tersebut mengunjungi penjara Ilopago, El Salvador, bulan lalu. Mereka bertemu banyak dari wanita yang rata-rata bekerja di sweatshop atau sebagai pembantu rumah tangga. Mereka diangkut polisi dari tempat tidur rumah sakit dan dijebloskan ke penjara karena kasus aborsi.

Tak hanya hukuman penjara, mereka juga menghadapi penghinaan dan serangan dari narapidana lain. ”Malam pertama saya sampai di sana, saya tidur di lantai,” kata seorang narapidana wanita bernama Erika. ”Para tahanan lainnya meneriakkan 'pembunuh bayi, pembunuh bayi'. Mereka mengatakan kepada saya, bahwa mereka akan membunuh saya,” katanya.

“Mereka menyebut kami 'pembunuh' atau 'binatang', atau mereka mengatakan kita makan anak-anak. Beberapa wanita telah dipukuli,” lanjut dia. Penjara tempat para wanita ini mendekam sudah penuh sesak dan kotor.

Erika menceritakan ada wanita hamil yang terpaksa melahirkan di sel, dan tinggal di sana dengan bayi mereka. “Itu cukup sulit untuk mengelola emosi saya, sementara saya berada di dalam (penjara) Ilopango," kata Erika. ”Saya tidak bisa membantu, tetapi (saya) merasa benar-benar kewalahan.”
(mas)
Berita Terkait
El Salvador Gelar Sidang...
El Salvador Gelar Sidang Massal, Adili 900 Anggota Geng
Ingin Pakai Bitcoin,...
Ingin Pakai Bitcoin, Permintaan El Salvador Ditolak Bank Dunia
Bitcoin Jadi Alat Pembayaran...
Bitcoin Jadi Alat Pembayaran Sah di El Salvador: Antara Ketakutan dan Kegembiraan
Pria Migran Ini Perkosa...
Pria Migran Ini Perkosa dan Bunuh Ibu 5 Anak Secara Brutal di AS
5 Fakta Penjara Raksasa...
5 Fakta Penjara Raksasa di El Salvador, dari Dihuni Psikopat hingga Sipir Selalu Bertopeng agar Tak Dikenal
El Salvador Masih Dihantui...
El Salvador Masih Dihantui COVID-19
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
14 menit yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
1 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
2 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
3 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved