Setrum Kemaluan, Cara Militer Mesir Bungkam 'Musuh' Politik

Selasa, 19 Mei 2015 - 17:51 WIB
Setrum Kemaluan, Cara...
Setrum Kemaluan, Cara Militer Mesir Bungkam 'Musuh' Politik
A A A
KAIRO - Pasukan keamanan Mesir dituduh telah meningkatkan aksi kekerasan seksual sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada tahun 2013. Salah satu aksi kekerasan itu, adalah menyentrum kemaluan para tokoh aktivis oposisi atau ‘musuh’ politik rezim militer Mesir.

Tuduhan itu muncul dari Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) dalam sebuah laporan. Para korban kekerasan seksual pasukan militer Mesir itu antara ain anggota LSM, mahasiswa, tokoh perempuan dan yang lainnya yang dianggap “membahayakan tatanan moral”.

Selain menyetrum kemaluan para tokoh oposisi, pelanggaran lain yang disebut dalam laporan FIDH antara lain, pemerkosaan, pemerkosaan dengan sejumlah benda, pencemaran nama baik berdasarkan jenis kelamin hingga pemerasan.

”Skala kekerasan seksual terjadi selama penangkapan dan penahanan. Ada kesamaan dalam metode yang digunakan oleh pelaku sebagai strategi politik sinis yang bertujuan ‘mencekik’ masyarakat sipil dan membungkam semua suara oposisi,” kata Presiden FIDAH, Karim Lahidji, seperti dikutip Reuters, Selasa (19/5/2015).

Masih menurut laporan FIDH, para pelaku kekerasan seksual terhadap para tokoh oposisi itu antara lain oknum polisi, petugas intelijen Keamanan Nasional dan oknum militer. Laporan itu disusun berdasarkan wawancara dengan para korban, pengacara dan anggota LSM hak asasi manusia.

”Kami diserang dalam serangan yang dipimpin oleh Kepala Intelijen Kriminal Alexandria (Mabahith). Mereka membuat kita berlutut dengan tangan di belakang kepala kami," kata aktivis HAM Mesir berinisial K.

”Kemudian mereka mengambil perempuan muda ke satu sisi dan kami digeledah dengan wajah menghadap dinding, pelecehan seksual kita alami dan kami dihina. Saya mencoba untuk mengeluarkan tangan salah satu tentara Keamanan Pusat dari celana saya, sehingga mereka memukuli saya dengan senjata mereka sampai saya tidak bisa menolak lagi,” lanjut dia.

Morsi digulingkan oleh militer Mesir yang kala itu dipemimpin Jenderal Abdel Fattah al-Sisi. Kini, Sisi menjadi Presiden Mesir, sedangkan Morsi mendekam dipenjara dan telah divonis mati atas tuduhan penyerangan penjara Mesir tahun 2011.

Pemerintah Mesir tidak mengkonfirmasi laporan FIDH itu. Namun, selama ini Mesir selalu menyangkal setiap laporan pelanggaran HAM yang dilakukan pihak militernya terhadap tokoh atau kelompok oposisi.
(mas)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
46 menit yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
1 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
2 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
3 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
4 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved