Praktik Penyadapan Massal NSA Berakhir

Kamis, 14 Mei 2015 - 18:28 WIB
Praktik Penyadapan Massal...
Praktik Penyadapan Massal NSA Berakhir
A A A
WASHINGTON - Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) atau NSA dipastikan sudah tidak bisa lagi melakukan penyadapan massal, baik melalui telepon, surat elektronik, atau pesan singkat. Pasalnya, Kongres AS dalam pembahasan terbarunya sudah secara bulat menutup program tersebut.

Dengan suara 338-88, kongres menunjukkan dukungan besar terhadap ketentuan Freedom Act, atau akta kebebasan AS. Gedung Putih, seperti dilansir BBC pada Kamis (14/5/2015) dikabarkan menyambut baik dan mendukung penuh hasil keputusan kongres tersebut.

Dengan adanya dukungan dari Gedung Putih, Senat AS dikabarkan akan segera menggodok rancangan udang-udang (RUU) yang membatasi gerak-gerik NSA. Salah satu poin yang akan dimasukan dalam RUU tersebut adalah, NSA hanya boleh melakukan penyadapan berdasarkan perintah pengadilan, dan hanya dilakukan kasus per kasus.

Bob Goodlatte, Ketua Komite Hukum Dalam Negeri yang merupakan salah satu pendukung pembatasan gerak NSA mengaku senang dengan adanya keputusan kongres tersebut, dan mendukung penuh penyelesaikan RUU itu. "Kebebasan warga Amerika dan keamanan bangsa Amerika dapat hidup berdampingan," katanya.

Kasus penyadapan massal yang dilakukan NSA sendiri terbongkar setelah salah satu pekerja mereka, yakni Erdward Snowden "bernyanyi". Dalam "nyanyiannya", Snowden mengatakan NSA menyadap hampir seluruh orang di AS, dan juga mungkin dunia.

NSA, lanjut Snowden telah mengumpulan miliaran data, mulai dari nomor telepon, rekamanan pembicaraan telepon, alamat surat elektronik, dan juga alamat web untuk melakukan pemantauan
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
10 menit yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
1 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
1 jam yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
2 jam yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
5 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
6 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved