Media AS: Kapten AirAsia Tinggalkan Kursi, Telat Selamatkan Pesawat

Sabtu, 31 Januari 2015 - 17:57 WIB
Media AS: Kapten AirAsia...
Media AS: Kapten AirAsia Tinggalkan Kursi, Telat Selamatkan Pesawat
A A A
JAKARTA - Beberapa media Amerika Serikat (AS) merilis laporan yang menyebut kapten pilot AirAsia QZ8501 meninggalkan tempat duduknya sebelum pesawat kehilangan kendali. Kapten pilot itu juga disebut terlambat untuk menyelamatkan pesawat saat kembali ke tempat duduknya.

Laporan dua media AS, Bloomberg dan Reuters, mengutip dua sumber yang dekat dengan investigasi tragedi AirAsia QZ8501. Pesawat ini jatuh pada 28 Desember 2014 dan menewaskan 162 orang di dalamnya.

Menurut pemberitaan Reuters, pesawat tipe Airbus A320 itu sepekan sebelum tragedi telah mengalami gangguan pada pengendali komputer yang penting. Beberapa hari sebelum kecelakaan, pilot juga menerbangkan pesawat yang sama meski alat yang bernama Flight Augmentation Computer (FAC) rusak.

Sebelum pesawat QZ8501 kehilangan kendali dan jatuh ke Laut Jawa, pilot berusaha mereset sistem itu. Pilot menarik tombol circuit-breaker untuk memutus listriknya.

Masih menurut laporan Reuters, yang dilansir Sabtu (31/1/2015), beberapa pejabat yang mengawasi investigasi kecelakaan ini, mengatakan, bahwa orang yang melakukan prosedur terhadap sistem itu adalah Kapten Iriyanto, bukan co-pilot Remy Plesel asal Prancis yang saat kejadian sedang menerbangkan pesawat.

Langkah pemutusan listrik pada alat itu tidak lantas membuat pesawat jatuh. Namun, akan mematikan sistem perlindungan otomatis yang mencegah pilot menerbangkan pesawat melewati batas kemampuannya. Alhasil, co-pilot yang kurang berpengalaman menerbangkan pesawat itu secara manual.

Keputusan untuk memutus listrik pada FAC dianggap langkah tidak biasa. ”Anda dapat mengatur ulang FAC, tetapi untuk memutus listrik itu sangat luar biasa,” kata seorang pilot pesawat A320, yang menolak untuk diidentifikasi.

”Anda tidak boleh menarik tombol circuit dan memutus listrik kecuali pada keadaan darurat yang mutlak. Saya tidak tahu apakah saat itu terjadi hal ini (keadaan darurat), tapi ini sangat tidak biasa,” lanjut pilot itu.

Sementara itu, Tatang Kurniadi, Ketua KNKT Indonesia, kepada Reuters, membantah jika kapten pilot itu terlambat untuk mengendalikan pesawat. Namun, Tatang menolak berkomentar lebih lanjut.

Sedangkan pihak Airbus menolak berkomentar.
()
Berita Terkait
Hari Perempuan Internasional,...
Hari Perempuan Internasional, AirAsia MOVE Ajak Perempuan Indonesia Berani Eksplorasi Dunia
MOVETIX Hadirkan Tiket...
MOVETIX Hadirkan Tiket Spesial ComplexCon Hong Kong 2025, Akses Eksklusif Menanti
Kelantan Day di Jakarta...
Kelantan Day di Jakarta Buka Jalur Wisata Baru Malaysia Timur
AirAsia Jadi Maskapai...
AirAsia Jadi Maskapai Pertama Layani Rute Denpasar dari Bandara Kertajati
Selain Sriwijaya Air,...
Selain Sriwijaya Air, Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan
Bangkai Pesawat Diduga...
Bangkai Pesawat Diduga Air Asia Ditemukan di Kalteng
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
46 menit yang lalu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
2 jam yang lalu
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
2 jam yang lalu
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
4 jam yang lalu
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved