Algojo ISIS Pemenggal James Foley Minta Rp1,5 Triliun

Jum'at, 22 Agustus 2014 - 11:29 WIB
Algojo ISIS Pemenggal...
Algojo ISIS Pemenggal James Foley Minta Rp1,5 Triliun
A A A
WASHINGTON - Algojo ISIS pemenggal jurnalis Amerika Serikat, James Foley, ternyata minta uang tebusan sebesar 100 juta Euro atau sekitar Rp1,5 triliun. Tuntutan itu tidak dipenuhi, sampai akhirnya James Foley dipenggal algojo ISIS.

Tuntuan uang sebanyak itu dari algojo ISIS atau kelompok Negara Islam Irak dan Suriah, terungkap dari e-mail militan ISIS yang dikirimkan kepada keluarga dan kantor redaksi, tempat James Foley bekerja.


GlobalPost, media tempat Foley bekerja, merilis e-mail tersebut. ”Untuk kepentingan transparansi dan sepenuhnya untuk menceritakan kisah Jim (James Foley),” tulis media itu. ”Kami percaya surat itu itu hanya motif dan taktik ISIS.”


E-mail dari algojo ISIS juga ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS). Mereka minta Aafia Siddiqui, yang oleh AS dijuluki teroris perempuan “Lady al-Qaeda” dibebaskan. (Baca: Sebelum James Foley Dipenggal, ISIS Minta Lady al-Qaeda)

Lady al-Qaeda itu dihukum 86 tahun penjara atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap perwira militer AS dan rencana pembunuhan massal di AS.

Video pemenggalan James Foley sempat beredar di YouTube dan Twitter, sebelum akhirnya dihapus. Foley, sejatinya adalah pewarta foto yang melaporkan kondisi perang di Suriah. Dia diculik November 2012.

Pemerintah AS mengklaim pernah mengirim pasukan khusus ke wilayah Raqa, Suriah untuk membebaskan Foley dan para sandera lainnya. Tapi, misi itu gagal. Saat pasukan khusus AS beraksi, para sandera sudah tidak ada di lokasi. (Baca juga: AS Akui Gagal Selamatkan Jurnalis yang Dipenggal ISIS)

CEO GlobalPost, Philip Balboni, mengatakan para penculik sudah melakukan kontak dengan pihaknya, serta keluarga Foley, kurang dari setengah lusin kali.

”Para penculik tidak serius bernegosiasi. Jumlah uang tebusan yang diminta sangat besar. Kami tidak pernah menuruti tuntutan uang 100 juta (Euro), itu angka serius,” kata Balboni yang dilansir CNN, Jumat (22/8/2014).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
8 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
9 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
10 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
11 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
12 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
13 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved