Iran dan Saudi Tegang, Irak di Ambang Perang Saudara

Rabu, 18 Juni 2014 - 17:49 WIB
Iran dan Saudi Tegang,...
Iran dan Saudi Tegang, Irak di Ambang Perang Saudara
A A A
BAGHDAD - Krisis Irak yang mulai memanas selama sepekan ini, memicu ketegangan dua negara berpengaruh di Timur Tengah, yakni Iran dan Arab Saudi. Iran telah menegaskan akan bertindak keras terhadap para militan jika tempat-tempat suci di Irak dihancurkan.

Penegasan Iran yang disampaikan Presiden Hassan Rouhani itu, juga disambut komentar pedas pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pihak Saudi memperingatkan, bahwa perang saudara bisa pecah di Irak.

Krisis Irak, yang semula dari persoalan politik, yakni ketidakpuasan dalam pembagian kekuasaan setelah tumbangnya rezim Saddam Hussein oleh invasi Amerika Serikat beberapa tahun silam, kini dibelokkan ke konflik sektarian.

Penguasa Irak saat ini, yakni Perdana Menteri Nuri al-Maliki dianggap melakukan diskriminasi terhadap warga kaum Sunni. Konflik terbuka baru pecah, ketika para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melibatkan diri dan menarik simpati warga kaum Sunni yang merasa tertindas.

Pemerintah Arab Saudi, pada Rabu (18/6/2014), terang-terangan menyatakan, bahwa Irak berisiko terjadi perang saudara.”Kerusuhan di Irak membawa tanda-tanda perang saudara dengan konsekuensi tak terduga,” ucap Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, pada pembukaan pertemuan blok Islam di Kota Laut Merah, Jeddah.

Komentar itu semakin memanaskan situasi di Irak, setelah sebelumnya pihak pemerintah Saudi membuat komentar yang memicu konflik. Yakni, Saudi menyebut krisis di Irak merupakan pangkal dari konflik sektarian.

“Ini membuka jalan bagi negara-negara (lain) dengan ‘niat buruk’ terhadap Irak untuk terus maju dengan rencana yang mengancam keamanan, stabilitas, persatuan nasional dan identitas Arab,” ujar Pangeran Saud.

Irak Tuntut Saudi

Pemerintah Irak sendiri menyatakan ketidaksukaannya dengan Saudi. Perdana Menteri Nuri al-Maliki menuduh Saudi telah mendukung teroris yang berulah di negaranya. ”Kerajaan (Arab Saudi) memihak kepada terorisme,” bunyi pernyataan kantor Maliki. ”Kami sangat mengutuk sikap (Saudi) ini,” lanjut pernyataan itu.

”Kami terus menuntut (Arab Saudi) yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan kelompok-kelompok, karena mereka menerima dukungan dalam bentuk finansial dan moral,” imbuh pernyataan kantor Maliki. (Baca: Maliki: Saudi Dukung Teroris untuk Kacaukan Irak!)

Maliki tidak ragu lagi menyebut ISIS sebagai teroris. “Pemerintah Saudi harus bertanggung jawab atas kejahatan berbahaya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris,” katanya. Ketika para pimpinan negara Timur Tengah itu perang komentar, kelompok ISIS, seperti dilaporkan Reuters hingga hari ini telah menguasai 75 persen wilayah Irak.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
22 menit yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
3 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved