Tangguhkan Perjanjian Plutonium, Rusia Bisa Bikin Ribuan Senjata Nuklir

Selasa, 01 November 2016 - 02:37 WIB
Tangguhkan Perjanjian...
Tangguhkan Perjanjian Plutonium, Rusia Bisa Bikin Ribuan Senjata Nuklir
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia pada hari Senin memublikasikan berlakunya penangguhan perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) soal pembuangan plutonium dari hulu ledak nuklir yang dinonaktifkan. Mulai tahun 2018, Rusia berencana memproses ulang 34 ton plutonium, bahan yang bisa untuk membuat ribuan senjata nuklir.

Penangguhan perjanjian pasca-Perang Dingin itu sudah diteken Presiden Vladimir Putin itu beberapa waktu lalu dengan alasan AS membuat kebijakan luar negeri yang bermusuhan dengan Rusia. Perjanjian AS dan Rusia itu dibuat tahun 2000 dengan semangat mengurangi senjata nuklir dunia.

Informasi pemberlakukan penangguhan perjanjian itu muncul di website resmi informasi hukum Rusia, kemarin, yang dilansir kantor berita RIA Novosti.

“Rusia menangguhkan kesepakatan, karena perubahan drastis dari keadaan, munculnya ancaman terhadap stabilitas strategis sebagai akibat dari tindakan bermusuhan AS terhadap Federasi Rusia dan ketidakmampuan AS untuk menyediakan kewajiban yang diterima guna memanfaatkan kelebihan plutonium-senjata sesuai dengan perjanjian,” bunyi pernyataan penangguhan perjanjian yang dipublikasikan di website tersebut, yang dikutip semalam (31/10/2016).

Baca:
Tindakan AS Bermusuhan, Putin Setop Buang Plutonium Nuklir


Apabila perjanjian itu dilanjutkan, AS harus mengurangi kehadiran militernya di wilayah anggota NATO setelah tahun 2000, membatalkan Undang-Undang Magnitsky soal larangan masuk warga Rusia—yang masuk daftar sanksi—ke AS.

Selain itu, Rusia juga menuntut AS mencabut sanksi-sanksi anti-Moskow dan membayar kompensasi atas kerugian yang dialami Rusia akibat penerapan kebijakan AS.

Penangguhan perjanjian yang diteken oleh Presiden Putin sudah disetujui parlemen Rusia tak lama setelah diajukan.

Meski dampak penangguhan perjanjian itu membuat Rusia berpotensi menghasilkan ribuan senjata nuklir, namun Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, mengklaim bahwa penangguhan perjanjian tidak akan mempengaruhi komitmen Moskow terkait dengan keamanan nuklir internasional. Ryabkov juga menjamin, keputusan Presiden Putin tersebut tidak mengganggu Nuclear Non-Proliferation Treaty.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
13 menit yang lalu
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
54 menit yang lalu
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
1 jam yang lalu
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
2 jam yang lalu
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
2 jam yang lalu
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved