Pajang Bendera Terbalik, Facebook Samakan Filipina Sedang Perang

Senin, 13 Juni 2016 - 11:24 WIB
Pajang Bendera Terbalik,...
Pajang Bendera Terbalik, Facebook Samakan Filipina Sedang Perang
A A A
MANILA - Media sosial raksasa Facebook meminta maaf setelah memajang bendera Filipina terbalik di hari kemerdekaan negara itu. Netizen Filipina marah karena pemasangan bendera secara terbalik menggambarkan negara sedang berperang.

Pemasangan bendera Filipina yang benar adalah warna biru di atas. Tapi, Facebook melakukan blunder dengan memajang dengan warna merah di atas.

”Ini tidak disengaja, dan kami minta maaf," kata Facebook dalam sebuah pernyataan kepada The Star.

“Kami sangat peduli tentang komunitas di Filipina dan dalam upaya untuk menghubungkan orang-orang pada Hari Kemerdekaan, kami membuat kesalahan,” lanjut pihak Facebook.

Dalam pemajangan bendera Filipina yang terbalik itu, Facebook juga menampilkan pesan Hari Kemerdakaan.

”Selamat Hari Kemerdekaan! Ini untuk semua kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan Filipina,” bunyi pesan Facebook yang muncul pada hari Minggu.

Para netizen Filipina marah dengan aksi blunder Facebook.

@facebook, Anda memiliki bendera Filipina terbalik w/c berarti kita berperang. Biru di atas, merah di bawah,” tulis penggun akun @theLAUNDRYDIARY.


“Bendera Filipina pada @facebook terbalik. Sangat salah. #Kalayaan2016 #War,” tulis pengguna akun @romualdo026.


Dear @facebook, silakan mengubah bendera Filipina yang di-posting. Merah di atas berarti negara ini berperang. Biru harus di atas! Minta maaflah juga,” imbuh pengguna akun @neyvillasenor.

Menurut Hukum Kode Bendera Filipina, pemasangan bendera dengan warna biru di atas menunjukkan negara itu dalam kondisi damai.

”Bendera, jika diterbangkan dari tiang bendera, harus memiliki bidang biru di atas pada saat damai dan bidang merah di atas pada saat perang; jika dalam posisi menggantung, bidang biru harus ke kanan (sebelah kiri pengamat) pada masa damai, dan bidang merah ke kanan (sebelah kiri pengamat) pada saat perang,” bunyi hukum itu.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
7 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
9 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
9 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
11 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
11 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved