Pemimpin Oposisi di Pengasingan: Zelensky Sedang Hancurkan Ukraina!
Selasa, 17 Januari 2023 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Klaim terbaru muncul dalam artikel yang diterbitkan pada hari Senin (16/1/2023) di surat kabar Rusia Izvestia, di mana Medvedchu memberikan pandangannya tentang akar dari perselisihan yang sedang berlangsung di Ukraina.
“Baik Zelensky dan pendahulunya Pyotr Poroshenko telah terpilih setelah kudeta tahun 2014 di Kiev dengan platform perdamaian, dan masing-masing melakukan putar balik setelah menjabat,” ungkap Medvedchuk, dilansir RT.com.
Dia berargumen bahwa ini menunjukkan pola pengkhianatan terhadap rakyat Ukraina oleh kepemimpinannya dan oleh apa yang dia sebut sebagai "partai perang".
“Bermusuhan dengan Rusia bertentangan dengan kepentingan ekonomi Ukraina,” tegas Medvedchuk.
Rusia tidak hanya merupakan pasar utama dan sumber bahan mentah yang dapat menguntungkan Ukraina, sektor industri negara itu sebagian besar berada di timur dan orang-orang di sana, yang karena alasan sejarah memiliki hubungan dengan Moskow, dimusuhi oleh Kiev.
“Kehancuran ekonomi adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari konflik,” tulis politisi itu.
“Bukan lagi Eropa (Barat) yang mengajarkan politik Ukraina, tetapi Ukraina yang mengajari Eropa bagaimana mencapai kemerosotan ekonomi dan kemiskinan dengan bantuan kebijakan kebencian dan sikap keras kepala. Dan jika Eropa terus mendukung kebijakan ini, mereka akan terseret ke dalam perang, kemungkinan perang nuklir,” papar dia memperingatkan.
“Baik Zelensky dan pendahulunya Pyotr Poroshenko telah terpilih setelah kudeta tahun 2014 di Kiev dengan platform perdamaian, dan masing-masing melakukan putar balik setelah menjabat,” ungkap Medvedchuk, dilansir RT.com.
Dia berargumen bahwa ini menunjukkan pola pengkhianatan terhadap rakyat Ukraina oleh kepemimpinannya dan oleh apa yang dia sebut sebagai "partai perang".
“Bermusuhan dengan Rusia bertentangan dengan kepentingan ekonomi Ukraina,” tegas Medvedchuk.
Rusia tidak hanya merupakan pasar utama dan sumber bahan mentah yang dapat menguntungkan Ukraina, sektor industri negara itu sebagian besar berada di timur dan orang-orang di sana, yang karena alasan sejarah memiliki hubungan dengan Moskow, dimusuhi oleh Kiev.
“Kehancuran ekonomi adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari konflik,” tulis politisi itu.
“Bukan lagi Eropa (Barat) yang mengajarkan politik Ukraina, tetapi Ukraina yang mengajari Eropa bagaimana mencapai kemerosotan ekonomi dan kemiskinan dengan bantuan kebijakan kebencian dan sikap keras kepala. Dan jika Eropa terus mendukung kebijakan ini, mereka akan terseret ke dalam perang, kemungkinan perang nuklir,” papar dia memperingatkan.
Lihat Juga :