Mengenal Alireza Akbari, Mantan Pejabat Iran yang Diduga Mata-Mata Inggris

Jum'at, 13 Januari 2023 - 15:40 WIB
loading...
Mengenal Alireza Akbari,...
Mantan Wakil Menteri Pertahanan Iran Alireza Akbari. Foto/REUTERS/WANA
A A A
TEHERAN - Mantan pejabat Iran Alireza Akbari dijatuhi hukuman mati. Hal ini karena ia dituding menjadi mata-mata Inggris.

Menurut kantor berita resmi IRNA, Akbari dinyatakan bersalah atas korupsi serta tindakan ekstensif pada keamanan internal dan eksternal Iran melalui transmisi informasi ke Inggris.

Alireza Akbari sempat mengajukan banding atas hukumannya, namun ditolak Mahkamah Agung Iran.

Kementerian Intelijen Iran mengatakan Akbari adalah salah satu agen penting badan intelijen Inggris, M16. Ia disebut sudah menyerahkan informasi penting Iran kepada Inggris.

Baca juga: Pembuat Senjata Rusia Kalashnikov Ungkap Tahun Terhebat dalam Sejarah

Terkait vonis terhadap pria yang mempunyai kewarganegaraan ganda Iran-Inggris itu, beragam reaksi muncul.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris James Cleverly mengatakan vonis mati tersebut sebagai tindakan yang bermotif politik.

Cleverly juga mengatakan Iran harus segera menghentikan eksekusi warga Inggris-Iran, Alireza Akbari, serta segera membebaskannya.

Tindakan tersebut menurutnya adalah tindakan bermotif politik oleh rezim barbar yang sama sekali mengabaikan kehidupan manusia.

Istri Alireza Akbari, Maryam, mengatakan pada Rabu (11/1/2023), sang suami telah dibawa ke sel isolasi. Keluarga pun telah diberitahu bahwa kunjungan yang dilakukan adalah kunjungan yang terakhir.

Diketahui, Alireza Akbari menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan di era Mohammad Khatam, Presiden Iran periode 1997-2005.

Ia juga berperan dalam gencatan senjata antara Iran dan Irak pada 1988. Alireza Akbari tinggal di Inggris selama lebih dari 10 tahun.

Menurut laporan Guardian, pada 2015, Alireza Akbari mendukung kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani antara Barat dan Teheran.

Pada tahun 2019, Alireza Akbari ditangkap oleh Iran, di mana dirinya diduga disiksa serta dipaksa untuk mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya.

Ia telah dimasukan ke penjara Evin di ibu kota Iran. Di sana Alireza Akbari bertemu dengan warga negara ganda Iran-Inggris lainnya.

Seiring tekanan Barat, Iran makin gencar mewaspadai warganya yang memiliki kewarganegaraan ganda.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved