3 Fakta Vladimir Putin Sangat Menghargai dan Ramah Terhadap Umat Islam Rusia
Kamis, 12 Januari 2023 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
"Muslim Rusia adalah bagian yang tidak terpisahkan, utuh, dan aktif dari negara multietnis dan multi-denominasi Rusia,” ucap Putin.
Selain itu, Putin juga menyampaikan bahwa umat Muslim Rusia mendambakan lebih banyak kerja sama dengan dunia Islam internasional.
3. Menentang Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad
Pada salah satu konferensi pers tahunannya pada 2021, Vladimir Putin menyampaikan bahwa penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukanlah sebuah ekspresi kebebasan.
Mengutip laman TASS, menurut Putin, mereka yang menghina Nabi Muhammad telah melakukan pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan terhadap pemeluk Islam.
Putin melanjutkan bahwa perilaku tersebut bisa memunculkan pembalasan ekstremis seperti yang terjadi pada serangan kantor majalah Charlie Hebdo di Paris karena menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad.
Terakhir, dia juga menyampaikan bahwa kebebasan ada batasnya juga, dan hal tersebut tidak boleh melanggar kebebasan lain. Menurutnya, Rusia saat ini sudah berkembang menjadi negara multi-etnis dan multi-agama, sehingga warga negaranya telah terbiasa menghargai perbedaan budaya dan tradisi.
Selain itu, Putin juga menyampaikan bahwa umat Muslim Rusia mendambakan lebih banyak kerja sama dengan dunia Islam internasional.
3. Menentang Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad
Pada salah satu konferensi pers tahunannya pada 2021, Vladimir Putin menyampaikan bahwa penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukanlah sebuah ekspresi kebebasan.
Mengutip laman TASS, menurut Putin, mereka yang menghina Nabi Muhammad telah melakukan pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan terhadap pemeluk Islam.
Putin melanjutkan bahwa perilaku tersebut bisa memunculkan pembalasan ekstremis seperti yang terjadi pada serangan kantor majalah Charlie Hebdo di Paris karena menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad.
Terakhir, dia juga menyampaikan bahwa kebebasan ada batasnya juga, dan hal tersebut tidak boleh melanggar kebebasan lain. Menurutnya, Rusia saat ini sudah berkembang menjadi negara multi-etnis dan multi-agama, sehingga warga negaranya telah terbiasa menghargai perbedaan budaya dan tradisi.
(min)
Lihat Juga :