Erdogan: Hagia Sophia Adalah Urusan Dalam Negeri Turki!

Senin, 13 Juli 2020 - 18:21 WIB
loading...
Erdogan: Hagia Sophia...
Presiden Turki, Tayyip Erdogan menggarisbawahi bahwa status Hagia Sophia adalah masalah internal Turki. Foto/Ist
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Tayyip Erdogan menggarisbawahi bahwa status Hagia Sophia adalah masalah internal Turki. Dia mendesak negara-negara lain untuk menghormati keputusan akhir negaranya.

"Pembuat keputusan akhir tentang status Hagia Sophia adalah bangsa Turki, bukan yang lain. Ini urusan internal kami," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (13/7/2020).

( Baca juga: Paus Fransiskus Sangat Sedih Hagia Sophia Jadi Masjid Lagi )

Erdogan menekankan bahwa negara-negara lain harus menghormati keputusan Turki. Dia menyebut, perubahan status dari masjid ke museum pada tahun 1934 adalah keputusan yang menyakitkan bagi Turki.

Dia menolak kritik atas perubahan kembali status Hagia Sophia, baik dari dalam dan luar negeri atas keputusan tersebut, dengan mengatakan kritik tidak memiliki nilai di pengadilan.

Sebelumnya, kepala Gereja Ortodoks Yunani, Uskup Agung Ieronymos Erdogan menggunakan agama sebagai sarana untuk mencapai tujuan geopolitiknya dengan mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

( Baca juga: Warga Majalengka Positif COVID-19 Bertambah, Termasuk TKI Ety )

"Transformasi agama menjadi instrumen untuk mencapai tujuan partai, geopolitik, dan geostrategis hanya mencirikan orang yang menggunakannya untuk melakukannya. Provokasi dan penghinaan berlaku tidak hanya untuk Gereja Ortodoks dan Kekristenan tetapi juga untuk semua umat manusia yang beradab, setiap makhluk hidup, terlepas dari agama," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved