Eks Komandan NATO: Pasukan Rusia di Ukraina Akan Terbakar Habis Akhir Musim Dingin
Selasa, 10 Januari 2023 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa tokoh, termasuk Stavridis, tidak berpikir pasukan yang dimobilisasi akan sangat membantu. Mereka mengutip tingginya tingkat korban di antara perwira terlatih dan pelatihan serta peralatan yang buruk sebagai alasan masuknya serdadu tidak terampil mungkin tidak banyak berguna.
Dalam serangan rudal baru-baru ini, Ukraina menewaskan ratusan rekrutan tentara Rusia di wilayah Donetsk dalam serangan yang disalahkan atas kesalahan mendasar: tentara memberikan lokasi mereka dengan menggunakan ponsel.
Intelijen Ukraina mengeklaim bahwa Rusia sedang bersiap untuk merekrut 500.000 warga sipil lagi sebagai tentara baru untuk kemungkinan serangan musim semi, klaim yang sejauh ini dibantah oleh Kremlin.
Stavridis mengatakan kepada WABC bahwa dia percaya Ukraina memenangkan "perang darat" karena lebih termotivasi dan telah diberikan peralatan canggih oleh negara-negara Barat, seperti sistem artileri HIMARS yang digunakan untuk meledakkan kubu tentara musuh di Donetsk.
Sedangkan Rusia, kata dia, mempertahankan keunggulan di udara--menunjuk pada penggunaan drone untuk menargetkan infrastruktur.
Meskipun Kremlin dan pemerintah Ukraina dalam beberapa pekan terakhir telah mengisyaratkan kesediaan untuk bernegosiasi, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pada bulan Desember bahwa dia tidak yakin akan ada pembicaraan perdamaian "serius" dalam waktu dekat.
Dalam serangan rudal baru-baru ini, Ukraina menewaskan ratusan rekrutan tentara Rusia di wilayah Donetsk dalam serangan yang disalahkan atas kesalahan mendasar: tentara memberikan lokasi mereka dengan menggunakan ponsel.
Intelijen Ukraina mengeklaim bahwa Rusia sedang bersiap untuk merekrut 500.000 warga sipil lagi sebagai tentara baru untuk kemungkinan serangan musim semi, klaim yang sejauh ini dibantah oleh Kremlin.
Stavridis mengatakan kepada WABC bahwa dia percaya Ukraina memenangkan "perang darat" karena lebih termotivasi dan telah diberikan peralatan canggih oleh negara-negara Barat, seperti sistem artileri HIMARS yang digunakan untuk meledakkan kubu tentara musuh di Donetsk.
Sedangkan Rusia, kata dia, mempertahankan keunggulan di udara--menunjuk pada penggunaan drone untuk menargetkan infrastruktur.
Meskipun Kremlin dan pemerintah Ukraina dalam beberapa pekan terakhir telah mengisyaratkan kesediaan untuk bernegosiasi, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pada bulan Desember bahwa dia tidak yakin akan ada pembicaraan perdamaian "serius" dalam waktu dekat.
(min)
Lihat Juga :