Taiwan Bisa Kalahkan China Jika Keroyokan Bersama AS dan Jepang

Selasa, 10 Januari 2023 - 12:00 WIB
loading...
Taiwan Bisa Kalahkan...
Simulasi perang dari lembaga CSIS memprediksi Taiwan akan menang dalam perang melawan China jika didukung militer Amerika Serikat dan Jepang. Foto/PLA Photo
A A A
WASHINGTON - Sebuah simulasi yang dijalankan oleh lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS) telah menentukan bahwa Taiwan akan keluar sebagai pemenang jika dihadapkan dengan invasi China pada tahun 2026.

Namun, kemenangan itu dengan asumsi Taipei mendapat dukungan militer dari Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Kemenangan itu pun, jika benar-benar terjadi, akan diperoleh dengan biaya tinggi dalam perkiraan tiga atau empat minggu pertempuran yang akan terjadi.

Hasil simulasi perang yang dirilis pada Senin (9/1/2023) itu dilakukan dengan riset sejarah dan operasional. Model dijalankan sebanyak 24 kali.

Baca juga: Memanas, China Kerahkan Pasukan di Dekat Taiwan

Lusinan kapal, ratusan pesawat, dan puluhan ribu pasukan akan hilang di semua sisi potensi perang.

Ada juga skenario dalam simulasi tersebut, meskipun jarang, di mana China menjadi yang teratas.

Menurut CSIS, Taiwan harus bertahan dan AS harus memiliki akses ke pangkalan di Jepang agar Taiwan menang.

Kelompok tersebut juga menjalankan skenario di mana Taiwan tidak menerima dukungan militer langsung dari Jepang dan Amerika Serikat.

Dalam skenario itu, China menjadi yang teratas. Berbeda dengan situasi di Ukraina, Amerika Serikat tidak akan dapat memompa senjata ke Taiwan dan China akan dengan mudah mengisolasi pulau itu.

Jepang tidak berkomitmen untuk membela Taiwan dalam potensi perang dengan China daratan. Namun, tahun lalu ia memutuskan untuk meningkatkan kemampuan militernya, beralih dari kekuatan “hanya pertahanan” menjadi kekuatan yang lebih substansial.

Model simulasi tersebut juga mencatat bahwa perang akan menjadi bencana bagi semua negara yang terlibat, dan itu tanpa mempertimbangkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Baca juga: Taiwan Kecam Latihan Tempur Terbaru China

China memiliki cadangan nuklir terbesar ketiga di dunia sementara Amerika Serikat menempati urutan kedua.

Setiap potensi konflik nuklir yang berkepanjangan antara kedua kekuatan akan menghancurkan dunia dan menjadikan Taiwan sebagai renungan yang terbaik.

Sementara model simulasi CSIS memprediksi Taiwan akan menang dalam sebagian besar skenario dengan dukungan Amerika Serikat, ia mengakui bahwa China mungkin melihat situasi militer dari sudut pandang yang berbeda.

“Meskipun analisis kami menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Taiwan akan menang dan menimbulkan banyak korban, dapat dibayangkan bahwa China memandangnya secara berbeda,” kata penasihat senior Program Keamanan Internasional CSIS Mark Cancian mengatakan kepada The Hill, Selasa (10/1/2023).

“Itulah mengapa kami merekomendasikan untuk meningkatkan pencegahan agar kami tidak masuk ke dalam situasi ini sejak awal," ujarnya.

Sementara Cancian mengambil sikap tegas untuk mendanai Taiwan, dia menegaskan studi tersebut tidak mengambil sikap jika Amerika Serikat harus membela Taiwan dengan aksi militer langsung.

Sebaliknya, katanya, tujuannya adalah untuk menyoroti betapa mahalnya perang semacam itu.

Perlu juga dicatat bahwa CSIS adalah lembaga think tank yang terkenal pro-perang, dan telah didanai oleh produsen senjata dan kontraktor pertahanan.

Daftar donornya, bersama dengan beberapa pemerintah asing, termasuk Northrop Grumman, Lockheed Martin, Boeing, General Dynamics, dan General Atomics, semuanya mendapat untung dari peningkatan bantuan militer ke Taiwan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved