Hubungan AS-Korut Tidak akan Berubah hingga Washington Tawarkan Manfaat Konkret

Senin, 13 Juli 2020 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Dia menuturkan, Biegun sering berbicara tentang menawarkan posisi yang lebih fleksibel, dan kata-katanya terdengar bagus. Tapi, menurutnya, hanya ada sedikit yang ditawarkan oleh Washington, berdasarkan apa yang disampaikan Biegun.

(Baca: Soal Duduk Satu Meja dengan Korut, Ini Kata Utusan AS )

"Jadi, mari kita lihat persis apa yang dia tentukan, pada poin-poin yang dia ingin fleksibel, Korut dan AS membuka kantor penghubung di ibukota masing-masing, memungkinkan beberapa orang untuk berbicara dengan orang-orang, deklarasi akhir perang , pada dasarnya selembar kertas yang mengakui bahwa Perang Korea berakhir pada tahun 1953 dan bantuan kemanusiaan," ungkapnya.

Elich menyebut, Biegun tidak menentukan apakah itu berarti AS memberikan bantuan kemanusiaan atau apakah itu berarti AS tidak lagi menghentikan negara lain untuk memberikan bantuan kemanusiaan pada Korut.

“Apa yang dibutuhkan Korut adalah hal-hal yang konkret. Tiga hal yang dibutuhkan Korut, jaminan keamanan yang akan memungkinkan mereka untuk melepaskan denuklirisasi tanpa mempertaruhkan keberadaan mereka, memberikan sanksi, yang menimbulkan kesulitan ekonomi yang ekstrem pada rakyat Korut dan normalisasi hubungan. Korut perlu memiliki normalisasi hubungan seperti negara lain tanpa mengganggu kemampuannya untuk melakukan perdagangan normal dan tanpa mengancam keberadaannya. Itu membutuhkan tindakan nyata, bukan tindakan simbolis," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Kesepakatan Damai AS-Iran...
Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved