Ribut Ben-Gvir ke Temple Mount Yerusalem, Mengapa Situs Ini Penting bagi Yahudi, Kristen, dan Islam?

Kamis, 05 Januari 2023 - 09:41 WIB
loading...
A A A
Temple Mount juga suci bagi orang Yahudi karena merupakan lokasi di mana Abraham [Nabi Ibrahim] hampir mengorbankan putranya, Ishak, untuk menegaskan imannya.

Raja Yahudi Solomon [Nabi Sulaiman] membangun Kuil Pertama orang Yahudi di lokasi tersebut.

Baca juga: Aksi Provokatif Ben-Gvir Bikin Israel Berperang dengan Separuh Dunia

Umat Islam juga menyebut Temple Mount sebagai Haram al-Sharif [Tempat Suci yang Mulia], tempat Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock berada. Nabi Agung Muhammad SAW melakukan mikraj [naik ke langit ketujuh] juga dari Masjid Al-Aqsa.

Bagi orang Kristen, situs tersebut sangat penting karena di sanalah Yesus berada saat masih kecil, di mana dia menghadiri festival, dan dia juga dikatakan pernah mengajar di sana. Selain itu, diyakini bahwa Yesus menubuatkan kehancuran Bait Suci saat berada di sana.

Dr Petra Heltd, pendeta dan cendekiawan Kristen terkemuka, mengatakan kepada Fox News Digital: "Pentingnya Temple Mount tidak dapat dilebih-lebihkan di dunia Kristen. Kita dapat kembali ke Perjanjian Baru di mana Yesus berdoa dan mendapatkan Brit Milah [sunat]-nya dan kemudian Barmitzvah miliknya."

"Para murid terus-menerus pergi ke Temple Mount untuk berdoa. Kami memiliki kisah Petrus yang menyembuhkan orang sakit di Temple Mount. Dan di mana para murid dan banyak orang menerima Roh Kudus di Temple Mount. Ini merupakan permulaan Gereja. Tulisan-tulisan Gereja penuh dengan kepentingan Temple Mount," paparnya.

Heltd melanjutkan, “Ini adalah hubungan yang sangat dalam dan intim bagi umat Kristiani dengan Bait Suci. Gereja-gereja di Timur Tengah masih memperingati setiap tahun penyunatan Yesus pada tanggal 1 Januari dan Barmitzvah dan penyembuhan orang sakit oleh Peter."

Temple Mount telah lama menjadi pusat ketegangan. Ketika sebagai pemimpin oposisi mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengunjungi kompleks tersebut pada tahun 2000, mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat menggunakan kunjungannya sebagai dalih untuk meluncurkan perang baru melawan negara Yahudi yang disebut Intifada Kedua. Itu menurut penilaian para pakar keamanan Israel .

Kritik AS terhadap kunjungan Ben-Gvir datang dari Duta Besar AS untuk Israel Thomas Nides."AS telah sangat jelas dalam percakapan dengan pemerintah Israel tentang masalah mempertahankan status quo," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ned Price, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengatakan kepada wartawan, "Amerika Serikat berdiri teguh untuk pelestarian status quo bersejarah sehubungan dengan tempat-tempat suci di Yerusalem. Kami menentang tindakan sepihak yang melemahkan status quo bersejarah. Itu tidak dapat diterima. Presiden sebelumnya telah menggarisbawahi perlunya mempertahankan status quo bersejarah di Haram al-Sharif/Temple Mount."

Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan peringatan tentang dampak negatif dari tindakan Ben-Gvir terhadap keamanan dan stabilitas di wilayah pendudukan dan kawasan itu, dan pada masa depan proses perdamaian.

Turki menyebut kunjungan Ben-Gvir sebagai tindakan provokatif, sementara Otoritas Palestina (PA) juga mengutuk kunjungan itu sebagai "provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya."

PA menambahkan, "Netanyahu memikul tanggung jawab atas serangan terhadap Al-Aqsa ini."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Hinaan Rasis terhadap...
Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay
Rekomendasi
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Berita Terkini
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved