Abaikan Ancaman Hamas, Menteri Israel Sambangi Masjid Al-Aqsa
Selasa, 03 Januari 2023 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Sejak Israel menduduki situs tersebut setelah perang Timur Tengah pada tahun 1967, ibadah Yahudi di situs tersebut telah dilarang, meskipun pemukim sayap kanan seperti Ben-Gvir - beberapa di antaranya ingin menghancurkan Masjid al-Aqsa dan menggantinya dengan kuil Yahudi ketiga - sering berdoa di sana di bawah pengamanan ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina, yang dijalankan oleh kelompok saingan Hamas Fatah, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas penyerbuan al-Aqsa oleh Ben-Gvir dan konsekuensinya.
"Palestina mengutuk keras penyerbuan oleh menteri ekstremis Ben-Gvir ke Masjid al-Aqsa yang diberkati dan menganggapnya sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ancaman serius terhadap stabilitas regional," kata kemeterian itu dalam pernyataannya.
Pada hari Senin, Yair Lapid, yang pekan lalu digantikan oleh Netanyahu sebagai perdana menteri, mengecam kunjungan yang direncanakan itu, menyebutnya sebagai "provokasi yang disengaja" yang akan mengakibatkan orang meninggal.
Lapid mendesak Netanyahu untuk menahan menteri keamanan nasionalnya yang baru.
Laporan awal di media Ibrani menunjukkan bahwa Netanyahu dan Ben-Gvir telah sepakat untuk menunda kunjungan tersebut. Namun, partai Likud Netanyahu membantah bahwa permintaan semacam itu telah dibuat.
Juru bicara Hamas Abd al-Latif al-Qanua mengatakan pada hari Senin bahwa rencana kunjungan tersebut adalah contoh lain dari arogansi pemerintah pemukim dan rencana masa depan mereka untuk merusak serta membagi Masjid al-Aqsa.
Baca: PBB Minta Opini Mahkamah Internasional Atas Pendudukan Israel, Netanyahu Kesal
Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina, yang dijalankan oleh kelompok saingan Hamas Fatah, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas penyerbuan al-Aqsa oleh Ben-Gvir dan konsekuensinya.
"Palestina mengutuk keras penyerbuan oleh menteri ekstremis Ben-Gvir ke Masjid al-Aqsa yang diberkati dan menganggapnya sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ancaman serius terhadap stabilitas regional," kata kemeterian itu dalam pernyataannya.
Pada hari Senin, Yair Lapid, yang pekan lalu digantikan oleh Netanyahu sebagai perdana menteri, mengecam kunjungan yang direncanakan itu, menyebutnya sebagai "provokasi yang disengaja" yang akan mengakibatkan orang meninggal.
Lapid mendesak Netanyahu untuk menahan menteri keamanan nasionalnya yang baru.
Laporan awal di media Ibrani menunjukkan bahwa Netanyahu dan Ben-Gvir telah sepakat untuk menunda kunjungan tersebut. Namun, partai Likud Netanyahu membantah bahwa permintaan semacam itu telah dibuat.
Juru bicara Hamas Abd al-Latif al-Qanua mengatakan pada hari Senin bahwa rencana kunjungan tersebut adalah contoh lain dari arogansi pemerintah pemukim dan rencana masa depan mereka untuk merusak serta membagi Masjid al-Aqsa.
Baca: PBB Minta Opini Mahkamah Internasional Atas Pendudukan Israel, Netanyahu Kesal
Lihat Juga :