Belarusia Kerahkan Senjata Baru Buatan Rusia, Ini Penampakannya
Selasa, 20 Desember 2022 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
“Saya harus mengatakan bahwa kami menyiapkan pesawat. Ternyata, kami memiliki pesawat seperti itu sejak zaman Soviet, kami telah mengujinya di Federasi Rusia. Bersama dengan Rusia, kami sekarang melatih kru yang dapat mengemudikan pesawat yang dapat membawa muatan khusus ini,” ujar Lukashenko.
Baca juga: 11 Kapal Perang China, Termasuk Kapal Induk, Masuk Laut Filipina untuk Latihan
Meskipun tidak ada yang menggunakan kata “nuklir”, Putin telah menunjukkan NATO memperkenalkan praktik tersebut beberapa dekade lalu.
Ini kemungkinan besar merujuk pada kebijakan "berbagi nuklir" AS, yang mengerahkan sejumlah bom di beberapa negara NATO yang tidak memiliki senjata atom sendiri, tetapi mengoperasikan pesawat berkemampuan ganda.
Pejabat Polandia menyuarakan kesediaan bergabung dengan program itu pada Oktober, mendorong Lukashenko menuduh Warsawa mengancam tetangganya, Belarusia.
Departemen Luar Negeri AS menanggapi kunjungan Putin ke Minsk dengan menuduh Belarusia "menyerahkan kemerdekaannya" ke Rusia.
“Belarusia membantu dan bersekongkol dengan Rusia dalam perang brutal di Ukraina,” papar juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.
Baca juga: 11 Kapal Perang China, Termasuk Kapal Induk, Masuk Laut Filipina untuk Latihan
Meskipun tidak ada yang menggunakan kata “nuklir”, Putin telah menunjukkan NATO memperkenalkan praktik tersebut beberapa dekade lalu.
Ini kemungkinan besar merujuk pada kebijakan "berbagi nuklir" AS, yang mengerahkan sejumlah bom di beberapa negara NATO yang tidak memiliki senjata atom sendiri, tetapi mengoperasikan pesawat berkemampuan ganda.
Pejabat Polandia menyuarakan kesediaan bergabung dengan program itu pada Oktober, mendorong Lukashenko menuduh Warsawa mengancam tetangganya, Belarusia.
Departemen Luar Negeri AS menanggapi kunjungan Putin ke Minsk dengan menuduh Belarusia "menyerahkan kemerdekaannya" ke Rusia.
“Belarusia membantu dan bersekongkol dengan Rusia dalam perang brutal di Ukraina,” papar juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.
Lihat Juga :