Perjanjian Raja Abdulaziz dan Roosevelt, Cikal Bakal Arab Saudi Jadi Sekutu AS

Kamis, 15 Desember 2022 - 15:34 WIB
loading...
A A A
Nasib Timur Tengah dan rakyatnya seolah-olah hanya ditentukan oleh persaingan antar kekuatan besar.

Mohammed bin Salman terlihat bersikap dingin selama kunjungan Biden, membuat presiden AS itu kecewa.

Biden terkejut dengan Arab Saudi yang setuju dengan Rusia di dalam OPEC+ tentang pemangkasan yang signifikan dalam kuota produksi minyak daripada meningkatkannya untuk mengendalikan harga.

Momen itu bertepatan dengan datangnya pemilu paruh waktu Kongres AS. Itu adalah pukulan pribadi yang ditujukan kepada Biden oleh pemimpin muda Arab Saudi.

Tantangan lain bagi Biden adalah kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Riyadh atas undangan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang juga ditunjuk sebagai Perdana Menteri menggantikan ayahnya.

Penerimaan presiden China jauh lebih mewah daripada yang diberikan kepada Biden. Jabat tangan antara Mohammed bin Salman dan Xi Jinping berlangsung setidaknya sepuluh detik, seperti yang ditunjukkan oleh para komentator. Sedangkan Biden harus puas hanya dengan "tos tinju" kilat.

Perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani oleh Arab Saudi dan China membuat marah AS.

Gedung Putih mengatakan bahwa kunjungan Xi Jinping ke Riyadh adalah bagian dari upaya China untuk memperluas pengaruhnya ke seluruh dunia.

Sedangkan Washington menyatakan kunjungan itu tak heran, reaksinya terbukti dengan prediksi akan menimbulkan masalah dalam hubungan antara Amerika dan China serta sekutu lainnya, termasuk Arab Saudi.

Pertanyaan sekarang diajukan tentang adopsi perjanjian kemitraan dengan China oleh Mohammed bin Salman. Akankah, misalnya, membatalkan perjanjian kakeknya; Raja Abdulaziz dengan Presiden AS Roosevelt saat itu, Pakta Quincy? Atau akankah dia mempermainkan Washington dan Beijing satu sama lain, dengan risiko bahwa keduanya pada akhirnya akan mendepaknya?

Meskipun tekanan politik di AS telah memastikan bahwa Mohammed bin Salman sebagai Perdana Menteri Arab Saudi akan kebal dari penuntutan atas pembunuhan Khashoggi, beberapa hari mendatang akan menunjukkan kepada dunia apakah ini menandakan perubahan strategis lain oleh pemerintahan Biden, dan apakah Mohammed bin Salman mampu untuk bermanuver sendiri cukup untuk melewati tantangan besar ini dalam keadaan utuh.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved