5 Kapal Perang Taiwan Bakal Dilengkapi Rudal Pembunuh Kapal Induk, China dalam Bahaya
Selasa, 13 Desember 2022 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Selain rudal canggih, kapal perang kelas Tuo Chiang yang akan dioperasikan Taiwan akan mendapatkan empat rudal anti-kapal Hsiung Feng II yang lebih tua dan 16 rudal surface-to-air Ha-Chien II.
Ketiga kapal kelas Tuo Chiang yang sudah selesai dibangun memiliki muatan senjata yang sedikit lebih ringan, tetapi tetap menjadi senjata ampuh.
Memasang kapal lincah seperti korvet dengan senjata "shoot-and-scoot" yang kuat seperti rudal adalah bagian dari strategi perang asimetris yang semakin dikejar oleh Taipei karena ketakutannya akan konflik dengan China tumbuh.
Amerika Serikat telah mendorong pemikiran asimetris di Taiwan, sebagian dimotivasi oleh konflik di Ukraina, di mana AS telah memasok Kiev dengan senjata pengepungan dan penyergapan dalam jumlah besar seperti rudal anti-tank yang ditembakkan di bahu dan artileri roket HIMARS.
AS telah menjual berbagai senjata anti-kapal dan anti-udara kepada Taipei dalam beberapa tahun terakhir, dan mendorong Taipei untuk meningkatkan korps pertahanan sipilnya jika terjadi invasi China.
Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang bandel dan melihat pemerintah Taipei sebagai sisa-sisa bekas Republik China, yang tetap hidup dengan dukungan dari kekuatan asing seperti AS.
Ketiga kapal kelas Tuo Chiang yang sudah selesai dibangun memiliki muatan senjata yang sedikit lebih ringan, tetapi tetap menjadi senjata ampuh.
Memasang kapal lincah seperti korvet dengan senjata "shoot-and-scoot" yang kuat seperti rudal adalah bagian dari strategi perang asimetris yang semakin dikejar oleh Taipei karena ketakutannya akan konflik dengan China tumbuh.
Amerika Serikat telah mendorong pemikiran asimetris di Taiwan, sebagian dimotivasi oleh konflik di Ukraina, di mana AS telah memasok Kiev dengan senjata pengepungan dan penyergapan dalam jumlah besar seperti rudal anti-tank yang ditembakkan di bahu dan artileri roket HIMARS.
AS telah menjual berbagai senjata anti-kapal dan anti-udara kepada Taipei dalam beberapa tahun terakhir, dan mendorong Taipei untuk meningkatkan korps pertahanan sipilnya jika terjadi invasi China.
Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang bandel dan melihat pemerintah Taipei sebagai sisa-sisa bekas Republik China, yang tetap hidup dengan dukungan dari kekuatan asing seperti AS.
Lihat Juga :