Setelah Keponakan, Giliran Saudari Khaemeni Dukung Aksi Protes
Rabu, 07 Desember 2022 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
Aksi protes telah melanda Iran sejak 16 September ketika wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun Mahsa Amini meninggal tiga hari setelah pingsan dalam tahanan polisi.
Demonstran telah menyerukan kejatuhan rezim dalam protes yang telah menjadi salah satu tantangan paling berani bagi Republik Islam Iran sejak didirikan pada tahun 1979.
“Rakyat Iran pantas mendapatkan kebebasan dan kemakmuran, dan pemberontakan mereka sah serta diperlukan untuk mencapai hak-hak mereka. Saya berharap untuk melihat kemenangan rakyat dan penggulingan tirani yang berkuasa di Iran segera,” kata surat itu.
“Saya percaya bahwa rezim Republik Islam Khomeini dan Ali Khamenei tidak membawa apa-apa selain penderitaan dan penindasan ke Iran dan rakyat Iran,” tambahnya.
Bulan lalu, pihak berwenang menangkap putri Badri Khamenei, Farideh Moradkhani, setelah dia menyatakan dukungannya untuk aksi protes dan meminta masyarakat internasional untuk memutuskan hubungan dengan Republik Islam.
Baca: Keponakan Khamenei Dukung Demo, Sebut Pemerintah Iran Rezim Pembunuh
Demonstran telah menyerukan kejatuhan rezim dalam protes yang telah menjadi salah satu tantangan paling berani bagi Republik Islam Iran sejak didirikan pada tahun 1979.
“Rakyat Iran pantas mendapatkan kebebasan dan kemakmuran, dan pemberontakan mereka sah serta diperlukan untuk mencapai hak-hak mereka. Saya berharap untuk melihat kemenangan rakyat dan penggulingan tirani yang berkuasa di Iran segera,” kata surat itu.
“Saya percaya bahwa rezim Republik Islam Khomeini dan Ali Khamenei tidak membawa apa-apa selain penderitaan dan penindasan ke Iran dan rakyat Iran,” tambahnya.
Bulan lalu, pihak berwenang menangkap putri Badri Khamenei, Farideh Moradkhani, setelah dia menyatakan dukungannya untuk aksi protes dan meminta masyarakat internasional untuk memutuskan hubungan dengan Republik Islam.
Baca: Keponakan Khamenei Dukung Demo, Sebut Pemerintah Iran Rezim Pembunuh
Lihat Juga :