Financial Times: Rusia Bentuk Armada Bayangan untuk Hindari Sanksi Minyak

Senin, 05 Desember 2022 - 16:15 WIB
loading...
A A A
Keputusan tersebut diambil setelah berminggu-minggu perdebatan antara negara-negara yang menganggap batas yang diusulkan "terlalu murah hati", seperti Polandia dan negara-negara Baltik, dan beberapa negara maritim, termasuk Yunani, yang menginginkan batas atas ditetapkan sekitar USD70 per barel.

Perusahaan-perusahaan Barat akan dilarang mengasuransikan atau membiayai kapal yang membawa minyak mentah Rusia kecuali jika dijual di bawah USD60 per barel di bawah aturan baru, yang telah dijelaskan Moskow bahwa mereka tidak berencana menerimanya.

Kepala Bank VTB, Andrey Kostin, mengatakan pada Oktober bahwa Rusia harus menghabiskan “setidaknya 1 triliun rubel (USD16,2 miliar)” untuk “perluasan armada kapal tanker.”

Analis Barat menafsirkan pernyataan ini berarti bahwa Moskow berinvestasi dalam kapal pengangkut minyak mentah yang sangat besar (VLCC, yang masing-masing dapat menampung sebanyak 2 juta barel minyak mentah), kapal tanker Suezmax (yang masing-masing membawa sebanyak 1 juta barel), dan kapal tanker Aframax (yang menampung masing-masing sebanyak 700.000 barel).

Menurut FT, pengamat internasional berkomentar Rusia kemungkinan akan menggunakan “armada bayangan” kapal tanker minyak tua untuk menjual volume energi yang terus meningkat ke negara-negara seperti India, China, dan Turki yang tidak tunduk pada sanksi UE atau AS dan pembatasan perdagangan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Trump Kumpulkan Pejabat...
Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran
Rekomendasi
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Sarwendah Hadiri Sidang...
Sarwendah Hadiri Sidang Hak Asuh Anak, Ungkap Tekad Selalu Menjaga dan Membahagiakan Anak
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
Berita Terkini
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved