Media Pemerintah Iran Tepis Pembubaran Polisi Moral
Senin, 05 Desember 2022 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
“Meski tentu saja, kejaksaan akan terus memantau perilaku sosial masyarakat,” imbuh dia.
Al-Alam, dalam laporannya, menembahkan: “Tidak ada pejabat di Republik Islam Iran yang mengonfirmasi penutupan polisi moralitas.”
Kesimpulan utama dari komentar Montazeri, kata Al-Alam, adalah bahwa polisi moralitas tidak ada hubungannya dengan peradilan.
“Beberapa media asing telah mencoba mengkarakterisasi pernyataan jaksa agung sebagai penarikan Republik Islam dari (hukum) jilbabnya dan dipengaruhi oleh kerusuhan baru-baru ini,” imbuh laporan tersebut.
Protes—dilabeli oleh pihak berwenang sebagai "kerusuhan"—telah melanda Iran sejak 16 September ketika wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun; Mahsa Amini; meninggal tiga hari setelah ditangkap polisi moral di Teheran.
Al-Alam, dalam laporannya, menembahkan: “Tidak ada pejabat di Republik Islam Iran yang mengonfirmasi penutupan polisi moralitas.”
Kesimpulan utama dari komentar Montazeri, kata Al-Alam, adalah bahwa polisi moralitas tidak ada hubungannya dengan peradilan.
“Beberapa media asing telah mencoba mengkarakterisasi pernyataan jaksa agung sebagai penarikan Republik Islam dari (hukum) jilbabnya dan dipengaruhi oleh kerusuhan baru-baru ini,” imbuh laporan tersebut.
Protes—dilabeli oleh pihak berwenang sebagai "kerusuhan"—telah melanda Iran sejak 16 September ketika wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun; Mahsa Amini; meninggal tiga hari setelah ditangkap polisi moral di Teheran.
Lihat Juga :