Rusia: AS dan NATO Berperan Langsung dalam Perang Ukraina

Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:57 WIB
loading...
Rusia: AS dan NATO Berperan...
Rusia sebut Amerika Serikat dan NATO berperan langsung dalam perang Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Amerika Serikat (AS) dan NATO memainkan peran langsung dan berbahaya dalam perang Ukraina .

Menurutnya, Washington telah mengubah Kiev menjadi ancaman nyata bagi Moskow, sebuah tindakan yang tidak dapat diabaikan.

Diplomat top Rusia tersebut, yang berbicara pada hari Kamis selama konferensi pers tahunannya di Moskow, juga menuduh AS dan NATO mencoba meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan dan mencoba menumbangkan badan regional yang dirancang untuk mempromosikan dialog, seperti OSCE di Eropa dan ASEAN di Asia.

Dia membela militer Rusia yang telah melakukan serangan udara, termasuk dengan pesawat tak berawak, dan rudal untuk menghancurkan infrastruktur Ukraina. Kiev dan Barat menyebutnya sebagai kejahatan perang.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Berkecamuk, NATO Perluas Kehadirannya di Seluruh Eropa Timur

"Kami menonaktifkan fasilitas energi (di Ukraina) yang memungkinkan Anda (Barat) memompa senjata mematikan ke Ukraina untuk membunuh Rusia," kata Lavrov.

"Jadi jangan katakan bahwa AS dan NATO bukan peserta dalam perang ini—Anda berpartisipasi langsung. Termasuk tidak hanya dengan pasokan senjata, tetapi juga dengan pelatihan personel—Anda melatih militer (Ukraina) di wilayah Anda," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Jumat (2/12/2022).

Negara-negara Barat diketahui telah mempersenjatai dan melatih pasukan Kiev untuk membantunya merebut kembali tanahnya yang dicaplok Rusia.

Rusia, yang mendominasi Ukraina sebelum Uni Soviet bubar pada 1991, menyebut intervensinya di negara tetangganya sebagai "operasi militer khusus" untuk menjaga keamanan Moskow.

Lavrov menyampaikan omelan anti-Baratnya saat invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki bulan kesepuluh, di mana pertempuran berkecamuk di wilayah timur. Sementara itu, para pejabat di beberapa wilayah Ukraina masih berjuang untuk memulihkan listrik yang padam akibat serangan besar-besaran Rusia.

Lavrov menuduh Barat mencoba menggunakan konflik Ukraina untuk menghancurkan Rusia. "Bicara tentang Barat yang tertarik pada semacam penyelesaian damai tidak membuat kami terkesan," katanya.

"Barat telah mengumumkan secara terbuka bahwa mereka tidak hanya ingin Rusia dikalahkan di medan perang. Dikatakan bahwa Rusia harus dihancurkan sebagai pemain sama sekali. Dan beberapa bahkan mengadakan konferensi khusus berspekulasi tentang berapa banyak bagian untuk membagi Rusia dan siapa yang akan memimpin bagian mana," imbuh Lavrov.

Komentarnya tampaknya merujuk pada fakta bahwa beberapa politisi Barat mengatakan mereka ingin memastikan Rusia tidak dapat menjadi ancaman bagi negara tetangga di masa depan.

Meskipun Lavrov mengabdikan sebagian besar acara itu untuk mengkritik Barat, dia menjelaskan bahwa Rusia terbuka untuk kemungkinan pembicaraan, baik dengan Ukraina maupun dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Direktur Intelijen Rusia: Negara NATO Bersiap Caplok Wilayah Ukraina

Rusia, kata dia, siap mendengarkan siapa pun yang ingin mengadakan pembicaraan.

Menurutnya, Moskow tidak pernah menghindar dari kemungkinan kontak antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan telah menunjukkan kesediaan dengan menerima para pemimpin Jerman dan Prancis ketika mereka ingin membahas Ukraina.

Sedangkan pihak Ukraina mengatakan pihaknya hanya akan siap mengadakan pembicaraan setelah pasukan Rusia menarik diri dari wilayahnya, termasuk dari Crimea, yang dianeksasi Moskow pada 2014.

Kiev mengatakan bahwa Rusia hanya akan menggunakan pembicaraan sebagai kesempatan untuk mengulur waktu dan membangun kembali angkatan bersenjatanya.

Lavrov mengatakan klaim itu "tidak masuk akal" dan mengeluh tentang apa yang dia sebut harapan Amerika yang "naif" bahwa Rusia akan melanjutkan pembicaraan tentang stabilitas nuklir pada saat dia mengatakan bahwa Barat menggunakan Ukraina untuk menghancurkan Rusia.

Moskow menarik diri dari pembicaraan yang dijadwalkan minggu ini tentang perjanjian nuklir New START antara kedua negara.

"Untuk saat ini kami tidak mendengar ide yang berarti," kata Lavrov.

"(Tapi) jika akan ada proposal dari presiden (Biden) dan dari anggota pemerintahannya yang lain, kami tidak akan pernah menghindar dari kontak."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved