Surat FSB Bocor, Cap Putin Seorang Narsis
Minggu, 27 November 2022 - 07:15 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin dicap sebagi seorang yang nasistik. Foto/The Guardian
A
A
A
WASHINGTON - Seorang whistleblower di dalam Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mencap Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai seorang narsisis dalam email yang dibagikan kepada Newsweek.
Email tertanggal 5 Maret itu melukiskan gambaran bagaimana pemimpin Rusia itu dipandang oleh beberapa orang di FSB. Ini adalah email kedua yang dikirim oleh agen tersebut, yang dijuluki Wind of Change, kepada Vladimir Osechkin, seorang aktivis hak asasi manusia Rusia yang menjalankan situs antikorupsi Gulagu.net, dan sekarang diasingkan di Prancis.
Agen FSB secara reguler mengirim tulisan ke Osechkin, mengungkapkan kemarahan dan ketidakpuasan di dalam lembaga itu atas perang yang dimulai ketika Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.
"Inilah gambaran tentang Putin & FSB," kata Wind of Change pada email 5 Maret.
"Di satu sisi, dia didukung dan dihormati, tetapi jika Anda sedikit menggali lebih dalam, itu adalah perasaan kolektif untuk citra tersebut, berkat FSB memiliki kekuatan yang benar-benar dimilikinya," sambungnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (27/11/2022).
Agen itu kemudian menulis ada "satu aturan yang tak terlupakan" di FSB.
Baca: Surat FSB Bocor, Sebut Rusia Berencana Serang Jepang pada 2021
"Bagi kebanyakan orang, aturan ini bahkan tampak wajar dan diterima begitu saja—mengkritik citra Putin berarti mengkhianati kepentingan Anda sendiri," ungkapnya.
Email tertanggal 5 Maret itu melukiskan gambaran bagaimana pemimpin Rusia itu dipandang oleh beberapa orang di FSB. Ini adalah email kedua yang dikirim oleh agen tersebut, yang dijuluki Wind of Change, kepada Vladimir Osechkin, seorang aktivis hak asasi manusia Rusia yang menjalankan situs antikorupsi Gulagu.net, dan sekarang diasingkan di Prancis.
Agen FSB secara reguler mengirim tulisan ke Osechkin, mengungkapkan kemarahan dan ketidakpuasan di dalam lembaga itu atas perang yang dimulai ketika Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.
"Inilah gambaran tentang Putin & FSB," kata Wind of Change pada email 5 Maret.
"Di satu sisi, dia didukung dan dihormati, tetapi jika Anda sedikit menggali lebih dalam, itu adalah perasaan kolektif untuk citra tersebut, berkat FSB memiliki kekuatan yang benar-benar dimilikinya," sambungnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (27/11/2022).
Agen itu kemudian menulis ada "satu aturan yang tak terlupakan" di FSB.
Baca: Surat FSB Bocor, Sebut Rusia Berencana Serang Jepang pada 2021
"Bagi kebanyakan orang, aturan ini bahkan tampak wajar dan diterima begitu saja—mengkritik citra Putin berarti mengkhianati kepentingan Anda sendiri," ungkapnya.
Lihat Juga :