Bella Hadid Mengaku Bangga Jadi Palestina, Instagram Hapus Postingnya
Kamis, 09 Juli 2020 - 06:06 WIB
loading...
Supermodel Bella Hadid. Foto/Memo
A
A
A
NEW YORK - Bella Hadid menyindir Instagram setelah media sosial itu menghapus posting Story berisi gambar paspor ayahnya yang menyebut tempat kelahirannya Palestina.
Supermodel itu pun menegaskan dia bangga menjadi orang Palestina. Hadid, 23, mengunggah foto pekan lalu dengan tulisan “Baba saya dan tempat kelahirannya Palestina”, kemudian dia menyebut kemarin Instagram menghapus posting itu dengan alasan melanggar “panduan komunitas”.
Hadid yang berdarah Belanda dan Palestina itu menjelaskan mengapa Story itu dihapus oleh Instagram. Dia pun menulis, “Instagram menghapus story saya yang hanya menyatakan, ‘Baba saya dan tempat kelahirannya Palestina’, dengan foto paspor Amerika dia. @instagram apakah bagian saya bangga dengan tempat kelahiran ayah saya Palestina adalah ‘bullying, pelecehan, ketelanjangan grafik atau seksual?’”
![Bella Hadid Mengaku Bangga Jadi Palestina, Instagram Hapus Postingnya]()
Dia pun menambahkan tulisan pada foto notifikasi dari Instagram, “Apakah kita tidak diizinkan menjadi orang Palestina di Instagram? Ini, bagi saya, adalah bullying. Anda tak bisa menghapus sejarah dengan membungkam orang. Ini tidak bekerja seperti itu.”
Supermodel itu pun menegaskan dia bangga menjadi orang Palestina. Hadid, 23, mengunggah foto pekan lalu dengan tulisan “Baba saya dan tempat kelahirannya Palestina”, kemudian dia menyebut kemarin Instagram menghapus posting itu dengan alasan melanggar “panduan komunitas”.
Hadid yang berdarah Belanda dan Palestina itu menjelaskan mengapa Story itu dihapus oleh Instagram. Dia pun menulis, “Instagram menghapus story saya yang hanya menyatakan, ‘Baba saya dan tempat kelahirannya Palestina’, dengan foto paspor Amerika dia. @instagram apakah bagian saya bangga dengan tempat kelahiran ayah saya Palestina adalah ‘bullying, pelecehan, ketelanjangan grafik atau seksual?’”

Dia pun menambahkan tulisan pada foto notifikasi dari Instagram, “Apakah kita tidak diizinkan menjadi orang Palestina di Instagram? Ini, bagi saya, adalah bullying. Anda tak bisa menghapus sejarah dengan membungkam orang. Ini tidak bekerja seperti itu.”
Lihat Juga :